Nasib Laga Persib di GBLA Lanjut atau Dicabut

0
36

Jawa Barat, (Duta Lampung Online) – Saat penonton bergerombol di pintu masuk GBLA, mereka berdesakan hingga akhirnya terjadilah insiden penonton berjatuhan dan terinjak-injak menyebabkan dua orang tewas.

Buntut dua bobotoh tewas ketika laga Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya pada piala Presiden 2022 di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6/2022) malam, Polisi khususnya Polrestabes Bandung dan Polda Jabar masih melakukan investigasi.

Belum ada kesimpulan dan belum diputuskan apakah laga Piala Presiden di Bandung termasuk di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini akan dilanjutkan, dipindahkan, atau dicabut izinnya.

Demikian dikatakan Kabid. Humas. Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo ketika dikonfirmasi Tim media terkait lanjutan laga Persib di Grup C Piala Presiden dalam babak penyisihan Grup C. Dalam laga penyisihan ini masih tersisa dua kali pertandingan, yakni Persib akan berhadapan dengan Bhayangkara FC, Selasa (21/6/2022) dan Persebaya versus Bali United.

Belum ada putusan bagaimana kelanjutan laga Persib di GBLA terutama saat laga terakhir di Grup C melawan Bhayangkara FC, Selasa (21/6/2022) nanti. Kami masih melakukan evaluasi menyeluruh, kata Ibrahim Tompo, Minggu (20/6/2022).

Menurut Ibrahim Tompo, buntut insiden tewasnya 2 orang bobotoh, Polda Jabar masih melakukan evaluasi standard operasional prosedur (SOP) pengamanan di GBLA Kota Bandung. Hal ini dilakukan kata Ibrahim Tompo agar ke depan insiden seperti ini tak terulang lagi.

Buntut kejadian dua bobotoh tewas di GBLA, kami akan dan telah melakukan evaluasi, baik situasi saat kejadian atau penyebab insiden yang menimbulkan jatuh korban jiwa. Sampai saat ini kami masih mencari faktor penyebab insiden itu lebih dulu, terang Ibrahim Tompo.

Jika faktor penyebab insiden telah diketahui, kata Ibrahim Timpo, Polda Jabar akan segera berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Pemeriksaan terhadap panitia pelaksana pertandingan belum karena masih memeriksa penyebab terjadinya insiden yang meminta 2 orang bobotoh tersebut tewas,”ungkap Ibrahim Tompo.

Panpel pertandingan diperiksa lanjut Ibrahim Tompo, nanti akan dikorek keterangannya apa yang jadi penyebab insiden di gerbang U dan V Stadion GBLA yang meminta dua korban jiwa itu. Kemudian akan dilakukan pengembangan yang mungkin bisa membentuk terciptanya evaluasi.

“Pelaksanaan pertandingan tidak hanya menjadi ranah kepolisian. Ada juga panitia pelaksana dan beberapa stakeholder sehingga dilakukan koordinasi untuk membuat pertimbangan terkait kondisi tersebut. Putusan tidak bisa diambil sepihak kepolisian lebih condong ke penyelenggara,” tutup Ibrahim Tompo. (Asep Dira)