Mesuji Kembali Gulirkan Program Cetak Sawah Seluas 4000 Hektar

Mesuji (Duta Lampung Online)-Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Holtikultural (DPTH) Mesuji kembali gulirkan program cetak sawah seluas 4000 Hektar (Ha) dari target sebanyak 5800 Hektar. Ini terhitung hingga Juli 2016.

Kepala DPTH Mesuji Anca Martah Utama, melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Mesuji Firdaus, mengatakan, hingga diakhir Juli 2016 program cetak sawah sudah mencapai 4.000 Ha dari total seluas 5.800 ha.

“Artinya sampai diakhir tahun target tersebut dapat rampung sepenuhnya. Kita optomis perluasan lahan cetak sawah baru dapat rampung seratus persen. Karena, hingga  Juli 2016 ini telah mencapai sekitar 4000 hektar (ha) dari 5800 hektar,”jelas Firdaus diruang kerjanya kemarin.

Dikatakan Firdaus, program perluasan lahan cetak sawah baru merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian. Dimana dalam pelaksanaannya kementrian melibatkan anggota TNI sebagai pelaksana program pemerintah pusat itu.

“Ini merupakan tahun kedua Kabupaten Mesuji mendapat bantuan perluasan areal persawahan dari pemerintah pusat. Karena di 2015 mendapat bantuan serupa mencapai 2000 hektar. Artinya total program cetak sawah baru mencapai 7800 hektar,”Terang nya.

Lebih dalam di jelaskan nya, program perluasan area cetak sawah tahun ini diharapkan dapat sukses seperti tahun lalu kita Selain itu, hasil produksinya juga dapat lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Yang jelas kita sagat optimis rampung, sebab, sudah setengah lebih yang telah digarap. Sebelum akhir tahun saya yakin target selesai 100 persen, bahkan ada sekitar 900 ha telah mulai ditanami padi oleh para petani,”paparnya.

Dengan digarapnya lahan tidur seluas 7800 ha, yang ada di kabupaten Mesuji maka lahan tidur yang tersisa luas berkisar 15000 hektar. Oleh itu, Program yang digulirkan pemerintah pusat itu dapat berkelangsungan hingga seluruh lahan tidur yang ada di kabupaten dapat tergarap keseluruhan.

“Meski bukan kita yang mengerjakan, namun harapannya program perluasan areal persawahan dapat berlanjut hingga semua lahan tidur dapat tergarap secara maksimal. Dan tentunya akan berdampak positif terhadap kemakmuran para petani padi,” tukasnya. (Riken).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *