Lanud Astra Ksetra Berganti Nama Lanud Pangeran M Bunyamin

0
334
Foto Istimewa

Tulang Bawang (Duta Lampung Online)-Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Astra Ksetra yang berada di Menggala Kabupaten Tulang Bawang secara resmi berganti nama menjadi Lanud TNI AU Pangeran M. Bunyamin.

Upacara peresmian pergantian nama Lanud itu, dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, SE, MM, Rabu 9 November 2016 yang berlangsung di Markas Lanud TNI AU yang ada di Menggala tersebut.

Penetapan dan diabadikanya nama Lanud Pangeran M Bunyamin di Lampung ini termasuk dalam jajaran kelima dari 7 Lanud yang ada di Indonesia yang baru ataupun berganti nama, setelah menjalani pertimbangan panjang Mabes TNI AU untuk penetapannya.

Menurut Pangkopsau, dari 7 Pangkalan Udara yang ada dan diresmikan, hanya 3 Provinsi yang menakai nama putra dan pahlawan daerah masing-masing yakni; Palembang, Singkawang dan Lampung. Seperti diketahui, Pangeran M Bunyamin merupakan salah satu pahlawan di Lampung, yang juga merupakan ayahanda dari Brigjend Pol Ike Edwin, mantan Kapolda Lampung.

Keputusan pergantian nama Lanud yang ada di Menggala ini sebelumnya telah tertuang resmi dalam Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/678/X/2016 tentang perubahan nama pangkalan TNI Angkatan Udara Astra Ksetra menjadi Lanud Pangeran M. Bunyamin, yang ditandatangani 21 Oktober 2016.

Pangkoopsau I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna mengatakan, mulai dari diresmikan ini, kedepan landasan pacu udara yang ada dan berukuran hampir sekitar 2 km dari Lanud Pangeran M. Bunyamin dinyatakan dibuka seluas luasnya untuk masyarakat Lampung.

“Kita buka untuk masyarakat Lampung maksudnya adalah untuk aksesnya saja. Karena kami mempersilahkan pada pihak berwenang dalam hal ini Pemda dan Pemprov untuk membuka penerbangan komersil karena kami sifatnya cukup terbuka bila pemerintah setempat bersedia,” ungkap Pangkoopsau I.

Hal itu imbuhnya, didasari oleh beberapa pertimbangan oleh pihak Mabes-AU yang dalam waktu dekat belum memiliki rencana penambahan fasilitas penerbangan di Lampung. Namun demikian untuk mempermudah dan meningkatkan akses ekonomi masyarakat Lampung, Ia mempersilahkan bila Pemprov dan Pemda memiliki rencana untuk membuka rute komersial.

“Ya kita mengikuti saja, karena pangkalan udara di Lampung ini adalah salah satu komando penyangga milik TNI AU yang ada di Indonesia, sehingga jika dibutuhkan masyarakat untuk penerbangan komersil, ya silahkan saja. Saya rasa itu lebih baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tentunya setelah berkoordinasi dengan Mabes AU,” ujarnya. (Darmawan)