Workshop Perhutanan Sosial, Pengelolaan Hutanan Lampung Jadi Contoh

BANDAR LAMPUNG–Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah Workshop Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial, Kamis—Jumat (28—29/4), di Hotel Emersia, Bandar Lampung.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta dari perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Sumatera, kelompok tani, dan Dinas Kehutanan provinsi se-Sumatera. Kemudian, ada perwakilan UPT Kementerian Kehutanan lingkup Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, serta Pengendalian DAS dan Hutan Lindung.

Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kementerian Lingkungan Hidup, Mashyud, mengatakan pengelolaan perhutanan sosial di Lampung patut menjadi percontohan.

“Saya melihat secara langsung kondisi aktual di lapangan, bagaimana kelompok sudah berbuat dan berusaha guna mengembangan hasil hutan bukan kayu, baik gaharu, kopi, gula kelapa, gula aren, madu, maupun lainnya. Inovasi dan kreativitas menjadi kata kunci dalam pengembangan usaha perhutanan sosial ini,” kata Mashyud, Kamis (28/4/2016).

Menurut dia, Kementerian Lingkungan Hidup sangat mendukung pengembangan perhutanan sosial di Lampung dan siap memfasilitasi. Dia menjelaskan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan ini masih baru, seiring dengan nomenklatur baru kementerian.

Saat ini, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) terdapat di lima region, yaitu region Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Maluk dan Papua.

“Workshop ini sebagai sarana komunikasi awal bagi region Sumatera. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring kerja antar-UPT Kementerian jajaran KPH se-Sumatera,” ujarnya. Seperti dilansair dari Lampung Post.

Dia mengatakan sejak beberapa tahun ini fokus pembangunan kehutanan adalah KPH sebagai pengelola di tingkat tapak. Dia berharap kegiatan ini menjadi langkah percepatan pengembangan usaha yang dilakukan oleh KPH, baik melalui skema hutan kemasyarakatan (HKm)), hutan desa (HD), hutan tanaman rakyat (HTR) dan kerja sama, serta kemitraan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Sutono mengatakan bangga terpilihanya Lampung sebagai tuan rumah workshop. Dia menceritakan sejarah panjang pengembangan perhutanan sosial dari Lampung.

“Saya harap, semua ini tidak hanya berhenti pada workshop, tetapi harus lebih banyak karya nyata di lapangan dengan dukungan yang sinergis dari Pemerintah Pusat,” ujar dia.(lp).


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *