Lahan Kota Baru Lampung Masih Terlantar

0
37
foto-Lahan Kota Baru Lampung Masih Terlantar-Ant.

BANDAR LAMPUNG-Duta Lampung Online – Lahan terlantar “Kota Baru Lampung” di Kecamatan Jatiagung Kecamatan Lampung Selatan umumnya ditanami singkong dan jagung oleh petani setempat sehubungan pembangunan kota itu tak kunjung dilanjutkan. Selain itu, gedung yang sudah terlanjur dibangun, juga dalam keadaan terlantar atau makin rusak karena tidak dituntaskan penyelesaiannya.

Kondisi itu dimanfaatkan oleh para petani setempat untuk menggarap lahan terlantar tersebut. “Saya dan keluarga menggarap lahan Kota Baru seluas 5 hektare, ditanami jagung. Sekali panen bisa mencapai 12 ton, dan harga jagung pipilan belakangan ini cenderung naik,” kata Zamhari, salah satu petani yang menggarap lahan Kota Baru Lampung di Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan, Jumat (22/4).

Ia menyebutkan harga jagung pipilan sekarang mencapai Rp2.500/kg, sedang sebelumnya hanya Rp2.000/kg. Dia menyebutkan hanya sekedar penggarap lahan Kota Baru itu, karena pembangunannya tidak dilanjutkan untuk sementara waktu oleh Pemprov Lampung.
“Kalau pembangunan Kota Baru di Kecamatan Jatiagung ini dilanjutkan, saya bersedia untuk tidak menggarapnya lagi. Sepanjang belum digunakan, lahan terlantar ini dimanfaatkan untuk pertanian,” katanya.

Sejumlah penggarap lainnya juga menanami lahan Kota Baru  itu dengan tanaman singkong. Para petani umumnya langsung menjual hasil tanamannya kepada para pedagang yang membeli langsung komoditas itu di areal lahan garapan. Luas Kota Baru di Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan sekitar 1.100 ha, dan sebagian besar lahan itu disewakan atau digarap sementara oleh para petani setempat, karena pembangunan kota itu terbengkalai. Nilai sewa per hektarenya mencapai Rp1 juta per tahun.

Sementara, pembangunan Kota Baru Lampung di Jatiagung terlihat tetap terbengkalai, padahal pembangunan proyek itu sudah dilaksanakan mulai 2010. Sejumlah bangunan besar, seperti Kantor Gubernur dan Balai Adat tidak dirampungkan penyelesaiannya. Hanya gedung RS Bandar Negara Husada yang tampak hampir rampung pembangunannya, namun kondisinya tidak terawat.

Jalan menuju Kota Baru Lampung itu juga rusak, karena dilalui truk-truk pengangkut hasil pertanian atau karena mutu badan jalannya yang tidak baik. Lahan yang dijadikan untuk kawasan Kota Baru Lampung itu merupakan kawasan eks Bappeda dan LIPI di Lampung, serta terdapat pula lahan hasil pembelian dari PTPN VII.Kota Baru Lampung direncakanan menjadi pusat pemerintahan Pemprov Lampung. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here