Konflik KUPT dan Pedagang Pasar Natar, Anggota DPRD Lamsel Suprianto Hutagalung Akan Panggil Pihak-pihak Terkait

0
0

Lampung Selatan, (Duta Lampung Online) – Konflik antara para pedagang dengan Kepala UPT Pasar Natar Yusnaliana, mendapat perhatian dari anggota DPRD Lampung Selatan, Suprianto Hutagalung.

Suprianto meminta agar pihak Disperindag yang membawahi UPT Pasar Natar segera bertindak agar konflik tidak berlarut-larut. Sebab, jika dibiarkan dapat menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif.

“saya minta Kepala Dinas Perindag Lampung Selatan cepat tanggap untuk menyelesaikan masalah ini supaya tidak melebar dan berdampak buruk didalam suasana pasar.”ujarnya (13/6/2024).

Anggota DPRD Lampung Selatan dari dapil Natar itu mengaku sudah mengikuti pemberitaan terkait Pasar Natar tersebut dari beberapa media online.

“Masing-masing berargumentasi dan berbalas statemen lewat media. Tentunya jika itu diteruskan tidak akan menghasilkan titik temu, justru akan semakin memperuncing persoalan,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan akan mencoba berkomunikasi dan menemui Kepala UPT Pasar Natar Yusnaliana, untuk menanyakan duduk persoalan yang sebenarnya.

Selain itu beliau secepatnya akan menemui para pedagang Pasar Natar untuk mendengarkan keluhan mereka secara langsung.

“Saya akan hubungi dan temui Yusnaliana, biar jelas seperti apa masalahnya. Saya juga akan koordinasikan dengan pihak Disperindag agar dilakukan penanganan dan mediasi secepatnya dengan mengundang seluruh pedagang Pasar Natar,” tegasnya.

Dia menambahkan, akan segera berkirim surat ke pimpinan dewan agar segera diagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengundang pihak-pihak terkait.

“Ya saya coba kordinasikan juga dengan teman-teman di dewan yang menjadi leading sektornya agar segera bersurat ke pimpinan dewan untuk diagendakan RDP, supaya masalah ini cepat selesai,” tukasnya.

Masih kata Suprianto, dia meminta para pihak tetap menjaga suasana Pasar Natar agar tetap kondusif dan aman.

“Masing-masing saya minta menahan diri dan jangan gampang terprovokasi. Karena semua masalah bisa diselesaikan jika ada dialog dan duduk di atas satu meja,” pungkasnya (*)