Konfersi Pers Polisi Tetapkan MZ Sebagai Tersangka

0
134
( foto Istimewa)
Bandar Lampung (DLO)- Polisi menetapkan MZ (52) sebagai tersangka dalam ledakan di Jalan Bung Tomo No 3 RT 07 LK II Gedongair, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung kemarin.
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengatakan kejadian ledakan di Jalan Bung Tomo 24 September 2017 saudara MZ menjadi tersangka. “Ada tiga TKP pertama di Jalan Bung Tomo tempat istri kedua (UY), kedua Jalan Ikan Sepat, Pesawahan, Telukbetung Selatan tempat istri pertama dan bangunan tidak jauh dari rumah Jalan Ikan Sepat,” ungkap dia dalam konferensi persnya di Mapolda Lampung, Senin, 25 September 2017.
Masih kata dia, keterangan saksi terdapat enam. “MZ (52), AS (22), N alias UN (49) guru TK, I (22) tahun TBS, B (33), T (28). Teriakan UY sebagai istri korban pas bertempatan di dapur dan dilarikan ke rumah sakit. Menurut keterangan awal ledakan dari tabung gas,” ujarnya.
Masih kata dia, bahan-bahan saja yang meledak di Jalan Bung Tomo, Gedongair, Tanjungkarang Barat. “Ada bungkusan sling CP detonator dan ada beberapa detonator di Jalan Ikan Sepat, Pesawahan dan bangunan dekat rumah. Ya MZ, indikator barang bukti yang didalami oleh Densus dan mengarah kesana (teroris, Red),
Suroso menambahkan polisi juga mengamankan barang bukti arang, serbuk warna putih, sejenis anfo, sejenis sulfur, sejenis urea, sejenis TNT, CAP (sejenis detonator), sejenis abu gosok, satu botol cairan kimia, sejenis minuman suplemen, serbuk warna cokelat, handphone, timbangan digital, dan casing warna cokelat terbuat dari kertas. “Barang-barang tersebut masih dalam penyelidikan oleh Densus,” imbuhnya.
Kapolda menambahkan dalam proses penyelidikan dengan barang bukti yang diamankan Polres telah melakukan persangkaan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat dengan hukuman mati penjara seumur hidup dan penjara 20 tahun. “Lalu pasal 360 ayat 1 KUHP ancaman penjara paling lama 5 tahun,” tutupnya(red)