Komisi II DPRD Tanggamus KUNKER ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung

0
166

Bandar Lampung (Duta Lampung Online)– Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD kabupaten Tanggamus melaksanakan kunjungan kerja ( KUNKER ) ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura ( DPTPH ) Provinsi Lampung pada Selasa,17 Maret 2020.Hadir pada kunjungan tersebut Wakil Ketua I Irwandi suralaga,S,Ah dari fraksi PKB dan ketua Komisi II Fakhruddin Nugraha dari Fraksi PKS, Dan selaku perwakilan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Amalia Rizkiyanti.

Mengawali acara Ketua Komisi II Fakhruddin Nugraha memaparkan Kabupaten Tanggamus, yang memiliki komoditi unggulan seperti kopi yang berdaya saing hingga kancah internasional, “Insya Allah potensinya bagus dan memuaskan Selain itu kami juga mempunyai hasil bumi yang cukup baik,” ujar Fakhrudin.
Ia juga mengatakan,bahwa pihaknya sangat menginginkan hasil bumi dari Kabupaten Tanggamus yang potensial ini dapat lebih ditingkatkan,Tentunya dengan bantuan dari program-program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

Menanggapi hal tersebut Amalia Rizkiyanti selaku perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menyampaikan,bahwa hal ini sejalan dengan visi dan misi dari Gubernur Lampung yang ingin menciptakan kehidupan religius dan sejahtera.
Ia mengatakan, Gubernur mengeluarkan program Kartu Petani Bersama ( KPB ), yang dalam hal ini guna memberikan beasiswa pada petani dan mendorong kebijakan pertanian Lampung agar komoditas yang ada dapat meningkat cukup tinggi.


Amelia juga mengatakan,bahwa indikasi komoditas di provinsi Lampung cukup makmur.dengan luas Areal baku sawah 361.708 (BPN 2019) komoditas jagung Lampung memperoleh urutan nomor 3 nasional untuk komoditas padi berada pada peringkat ke 6 di Indonesia,untuk sementara ini
Permasalahan global yang sedang kita tangani adalah lahan dan infrastruktur konversi lahan,juga program kerja pertanian untuk peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan.untuk saat ini Sementara kebutuhan benih provinsi Lampung diperkirakan 11.000 ton,
Dan Adapun pemantapan, kebutuhan rumah tangga berupa alat pengolahan, jaringan irigasi dan teknis antara lain bidang konsumsi dan keamanan pangan, pengembangan usaha pangan lokal,dan pemantapan ketahanan pangan rumah tangga.

UPTD BBI Hortikultura berusaha memperbanyak tanaman sesuai kebutuhan serta menyampaikan dengan menyimak program strategis dinas pertanian provinsi lampung, dan pemaparan dari program lampung berjaya yang menjadi sentra-sentra pangan, tentunya diharapkan Kabupaten Tanggamus bisa memperoleh hasil yang maksimal.Ungkap Amalia.
Pada kesempatan tersebut Fakhruddin kembali menanggapi dan menyampaikan beberapa hal yang harus segera ditanggulangi bahwa, data menunjukan wilayah Tanggamus sangat potensial untuk tanaman padi dan buah buahan.Ini menunjukan kalau Kabupaten Tanggamus dapat mendukung ketahanan nasional, sehingga bisa tercipta ketahanan pangan. kami harapkan ada sinergisitas program antara kabupaten Tanggamus dan provinsi Lampung,dan hal ini juga di setujui oleh
Irsi Jaya Pangsang selaku anggota Komisi II yang juga turut mengomentari bahwa apa yang sudah disampaikan dan dipaparkan mengenai program pertanian sudah cukup bagus dan luar biasa,irsi jaya juga menyampaikan, terkait Perda alih fungsi lahan dan tindak lanjutnya, terkait masalah pupuk kita lebih mengutamakan lahan lahan sawah RDEKK yang sudah terdaftar.

Terkait kostratani adalah komando tani yang tujuannya adalah meningkatkan semua kegiatan pertanian peternakan perkebunan, pembangunannya dibangun dari pinggiran desa untuk semua kegiatan menggunakan anggaran dari APBD dan APBN.

   

ujar lrsi Jaya penuh Antusias
Di akhir acara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tanggamus Fakhruddin Nugraha kembali mempertegas bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah mensinergikan program pusat dan program provinsi serta program kerja di Kabupaten Tanggamus.dan dalam pertemuan ini selain membahas mengenai keluhan masyarakat tanggamus terkait tanaman lada, karena lada merupakan tanaman primadona untuk komoditas ekspor sehingga perlu dicari solusinya.

Fakhruddin juga berharap program-program pertanian dari pemerintah dapat lebih dimaksimalkan, seperti pengalokasian dana dari pusat,mengingat hal ini sangat lah penting guna menutupi kerugian petani lada,ungkap Fakhruddin penuh semangat.(Rilis)