Bupati Lamteng Sukses Torehkan Tinta Emas Sejuta Bendera Merah Putih

0
359
Kibarkan 1 Juta Bendera, Lampung Tengah Pecahkan Rekor MURI

Lampung Tengah (Dutalampung Online)-  Sosok Bupati Lampungtengah, DR.Ir.Hi. Mustafa, SH,.MH, berhasil  Menorehkan tinta Emas Sejuta Merah Puitih. Hal ini merupakan Momentum Refleksi Nilai-nilai luhur perjuangan Bangsa. Nilai luhur itu adalah, Semangat Persatuan dan Kesatuan, pantang menyrah, dan rela berkorban demi Bangsa dan Negara, sehingga telah berhasil tercatat Rekor di Musium Dunia di Indonesia (MURI), yang diberikan kepada Pemda Kabupaten setempat.13873142_238480403213477_6912592211512105021_n

Sekitar 500 ribu warga se-Kabupaten Lampung Tengah berpartisipasi dalam gerakan satu juta bendera, Rabu (17/8/2016). Mereka terdiri dari 50 ribu peserta yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Gunungsugih, dan sekitar 20 ribu warga di masing-masing kecamatan di kabupaten setempat.13920816_238481599880024_8167152235894498503_n

Acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke-71 ini diikuti dari unsur Muspida, DPRD, camat, guru, linmas, pelajar, mahasiswa, PNS dan masyarakat umum. Aksi ini berhasil memecahkan rekor MURI Indonesia sebagai pengibaran bendera terbanyak di Indonesia.13920639_1817383451815122_8834348410185368148_n

Penyerahan piagam rekor MURI diserahkan langsung oleh Representative Rekor MURI Riyono kepada Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa. Dari pantauan media, puluhan ribu warga mengibarkan bendera secara serentak usai upacara HUT RI. Peserta juga membentuk formasi angka 71 yang di kelilingi ratusan bendera.

Pada ksesempatan itu juga diumumkan pelajar, pegawai dan kampung berprestasi di Lampung Tengah dari berbagai bidang. Mereka mendapatkan penghargaan yang diserahkan langsung oleh bupati Mustafa. Mulai dari Kampung lunas PBB-P2 tahun 2016 yakni Kampung Gaya Baru II Kecamatan Seputih Surabaya.13920670_1817383235148477_5851798781392288857_n

Lalu kampung terbersih (Kampung Rama Dewa), kampung terterang (Kampung Mataram Udik), kampung paling aman atau siskamling terbaik (Kampung Sinar Sari), Linmas terbaik (Kampung Rama Dewa), Babinsa terbaik (Pelda Kusdiyanto), Babinkantibmas terbaik (AIPTU Hasanudin), mahasiswa KKN terbaik (kelompok di Kampung Bumi Aji).13921061_238480473213470_2262821274944716344_n

Selain itu prestasi Paskibraka nasional (Rio Septian Jaya), pelatih sepak bola tim nasional pelajar U-13 (Mawardi), peraih juara 1 nasional olimpiade Matematika tingkat madrasah (Sofwan Irawan), juara 1 nasional olimpiade olahraga loncat tinggi putri (Ni Nengah Vindia), pemenang festival lomba seni tari tingkat SLTP di Palembang, finalis dangdut akademi 3 Indosiar (Dhea Rizky Damara) dan juara umum festival kesenian rakyat di Fiesta Cataluna di Barcelona Spanyol.14064048_979319688845657_2813145979724446342_n

Dalam sambutannya, Mustafa menuturkan, pengibaran satu juta bendera merupakan gerakan yang digelar dalam rangka membangun ruh semangat kebangsaan di kalangan masyarakat yang saat ini mulai pudar. Momen ini juga diharapkan menjadi pengingat para elit politik untuk kembali pada nilai-nilai perjuangan nasionalisme bangsa Indonesia.14067624_238537906541060_7936369854667031725_n

“Mengapa satu juta bendera? Karena Lampung Tengah adalah bagian dari Indonesia. Ini menjadi bukti semangat kebangsaan dan nasionalisme dari Lampung Tengah untuk Indonesia,” ungkap Mustafa. Dia menambahkan gerakan sejuta bendera juga bertujuan untuk merajut persatuan dan kesatuan masyarakat agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak-pihak tertentu yang mengancam keutuhan bangsa.13924987_1078672115542974_6600279765586031644_n

Lampung Tengah, lanjutnya, merupakan miniatur Indonesia, dimana terdapat berbagai macam suku dan budaya. Potensi ini tentunya harus dilestarikan dengan membangun kebersamaan dan rasa persaudaraan, sehingga menjadi kesatuan yang kokoh.

Mustafa menambahkan, gerakan sejuta bendera secara tidak langsung mengajak warga untuk merasakan atmosfir semangat kemerdekaan dan rasa cinta tanah air. Mereka secara swadaya dan bergotong royong menjahit bendera sendiri.

“Dari sini warga terlibat langsung, dengan ini diharapkan akan lahir rasa cinta tanah air, semangat kebersamaan, kekompakan dan rasa kesatuan, sehingga tidak ada lagi konflik atau gesekan-gesekan perpecahan masyarakat,” tukas Mustafa.14064159_1078671362209716_5618159400052637802_n

Pada kesempatan itu ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi, begitu juga dengan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan gerakan satu juta bendera dari Lampung Tengah untuk Indonesia. “Mudah-mudahan acara ini mampu menumbuhkan kekompakan, kebersamaan dan semangat cinta tanah air,” imbuh Mustafa.

Momen ini mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Dengan gerakan satu juta bendera warga mengaku turut merasakan lebih dalam suasana perayaan HUT RI ke-71. Semangat warga membuat bendera merah putih menyentuh seluruh elemen masyakat mulai dari pelajar, guru, dan masyarakat. Semua dilakukan secara swadaya dan gotong royong di sekolah-sekolah, poskamling dan rumah warga untuk menjahit dan membuat bendera sendiri.20160817_104312

“Tahun ini perayaan HUT RI tidak hanya dimeriahkan dengan pesta rakyat, warga juga disibukkan dengan membuat bendera. Dari sini lahirlah kebersamaan, silaturahmi, dan semangat nasionalisme warga,” ujar Suhendri, salah satu warga.

Senada disampaikan Mawardi, pelatih Timnas U-13 dari Lampung Tengah dan mendapat penghargaan dari bupati. Menurutnya baru kali ini Lampung Tengah mampu membuat gebrakan dengan aksi sejuta bendera dan memberikan penghargaan-penghargaan kepada putra-putri terbaiknya. 13935007_1817383551815112_4168965388321850550_n

“Dari sini kami merasa terapresiasi. Mudah-mudahan langkah seperti ini dapat berkelanjutan agar memotivasi warga untuk menciptakan prestasi. Sementara yang telah berprestasi, mereka semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk Lampung Tengah,” ujar pelatih yang disapa Adi ini. (ADV)