Ketum Nurullah : PWDPI Harus Independen Serta Berikan Solusi Terhadap Masyarakat

0
87

Jakarta ( Duta Lampung Online)-Ketua Umum ( Ketum) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia ( PWDPI), Muhammad Nurullah ROni Salim, mengajak anggotanya wartawan yang tergabung pada lembaganya harus Independen serta hadir memberikan solusi terhadap bangsa dan Negara.

Meski demikian, Ketum PWDPI, Nurullah juga menghimbau wartawan yang tergabung dalam wadah PWDPI, harus menjalin kerjasama serta membangun kemitraan dengan pemerintah maupun pihak swasta untuk mendorong pembangunan yang ada dinegara kita baik secara ekonomi agar tercapai apa yang diinginkan oleh masyarakat.

“Wartawan harus multitalent. Kecepatan dan keakuratan dalam penulisan berita dan kemitraan dengan lembaga baik swasta maupun pemerintah,”tegasnya pada (10/11/2022).

Nurullah yang juga Owner Media Duta dan Pena Berlian Group ini, mengungkapkan meski baru lahir namun saat ini telah memberikan mandat kepada 25 Provinsi serta 100 kabupaten. Untuk Provinsi yang telah mendapatkan SK dari DPP sebannyak 7 Provinsi dan 7 kabupaten.

“Ini artinya masyarakat pers begitu punya motivasi untuk membangun pers di Indonesia. Maka saya yakin PWDPI  akan tumbuh sehat serta dalam waktu dekat akan berkibar diseluruh Indonesia,”katanya.

Ketum PWDPI juga mengatakan, tugas pers harus mampu memberikan dan menyajikan kebenaran kepada publik. Insan pers juga masih kata ia, perlu bersikap kritis dan berperan sebagai kontrol sosial untuk membangun kemajuan bangsa kita.

“Pers harus independen, objektif, dan betul betul menunjukan kebenaran berita. Juga harus berkompeten secara ilmiah dan pengetahuan, dan harus kritis membangun,”ujarnya.

Ketum PWDPI Nurullah berharap, insan pers khususnya yang tergabung di PWDPI juga perlu berperan secara aktif dan memberikan solusi dalam persoalan bangsa.

“Pers harus kompeten dalam mengambil peran dan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa kita yang saat ini baru mengalami musibah wabah pandemi covid-19. Akibat wabah tersebut jutaan masyarakat terpuruk perekonomiannya,”pungkasnya. (Harjono).