Ketahuan Simpan Lelaki di Kamar Mandi, Istri di Laporkan ke Polisi

0
27

Lampung Timur, (Duta Lampung Online) – Telah datang seorang lelaki berinisial AL (33), ke kediaman Kabiro Lampung Timur, Duta Lampung Online/Pena Berlian, Jumat, (17/6/2022) pukul 17.23 WIB untuk berkeluh kesah dan meminta mengunggah berita tentang nasib yang dialaminya yang menduga istrinya berselingkuh dengan lelaki lajang berinisial AR.

AL ia bertempat tinggal di Desa Labuhan Ratu Satu, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, dan bekerja sebagai guru di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur.

AL bercerita bahwa istrinya berinisial KH (33) adalah seorang guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 1 di Kecamatan Way Jepara.

Dugaan pelaku yang merusak rumah tangganya berinisial AR (25) adalah teman istrinya yang mengajar di tempat yang sama istrinya bekerja serta merangkap ustad pengabdian dari Pati, Jawa Tengah. AR adalah ustad muda di pengajian dalam organisasinya, dan keduanya adalah tenaga pengajar di MTS Muhammadiyah 1 Way Jepara.

“Sebelum Kejadian ini, kami adalah keluarga yang harmonis dan jarang sekali terjadi perselisihan keluarga,” ujar AL.

Kejadian ini terjadi pada Rabu lalu (15/6/2022). “Pagi itu seperti hari-hari biasa, pukul 7:00 setelah mandi saya melakukan aktivitas seperti biasanya berangkat mengajar dan mengantarkan anak saya ke rumah kakeknya,” ujarnya.

“Karena pagi itu mendung, dan saya pikir Allah memberikan petunjuk bagi saya. Apabila hujan pasti saya akan basah kuyup, itu yang ada dalam fikiran saya sedangkan saya harus berangkat kerja ke Kecamatan Labuhan Ratu,” imbuhnya.

“Maka saya pulang lagi kerumah untuk mengambil jaket, lalu saya masuk kerumah hanya beniat mengambil jaket yang terletak di dekat kamar mandi. Saya lihat kamar mandi tertutup saya berfikir mungkin istri saya di dalam kamar mandi dan terlihat pintu ruang tamu masih terbuka, pintu samping masih terbuka, dan motor vario warna putih milik istri saya masih di dalam rumah tidak terbersit curiga karena saya fikir istri saya masih siap siap untuk kerja jug. Lalu saya stater motor dan jalan, ternyata allah sayang pada saya ingin menunjukkan pada saya tentang kelakuan istri saya. Tiba di halaman tanpa sengaja saya melihat ke arah kanan dimana ada motor beat warna biru putih milik yang saya duga pelaku AR. Motor tersebut adalah inventaris pondok dan saya kenal betul dengan motor tersebut, lalu saya putar arah dan saya dekati motor milik AR. Lalu dengan emosi saya masuk ke ruang tamu suasana kosong, dan saya kekamar juga kosong, saya ke dapur juga kosong, lalu saya menuju kamar mandi. Lalu kamar mandi saya dobrak disitulah terlihat seorang lelaki telanjang yang saya kenal adalah teman istri saya (AR) yang hanya tertunduk ketakutan, sambil memasang muka bingung,”imbuhnya.

“Tiba-tiba istri saya datang dan memeluk kaki saya sambil menangis, lalu saya katakan pada mereka berdua bahwa mereka telakukan perzinahan dan penghianatan pada saya,” imbuhnya.

“Hati saya saat itu hancur, marah bercampur emosi, kecewa, dan segala rasa ada pada saat itu. Namun, saya sadar saya masih memiliki Allah tuhan saya. Istri saya menangis meminta maaf dan ampun pada saya. Dengan menahan sabar yang tiada terkira kemudian saya masuk kamar dan mengambil semua ijazah saya,” ujarnya.

“Setelah itu saya menuju pondok dimana AR tinggal, saya menuju tokoh yang bertanggung jawab atas keberadaan AR sebagai ustad pengabdian yang dikirim dari Jawa untuk mengabdi pada organisasi di Lampung. Saya berpesan pada salah satu tokoh agama, tokoh organisasi saya di situ untuk menasehati dan menindak keras AR,” imbuhnya.

“Saya katakan bahwa AR telah merusak rumah tangga saya. Saya menduga telah terjadi perzinahan antara mereka. Lalu saya pergi kerumah orang tua saya selanjutnya saya melaporkan peristiwa yang menimpa saya kepada Polsek Way Jepara, saat ini kasus saya sedang di tangani oleh pihak kepolisian. Alhamdulillah saya beri apresiasi kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Way Jepara sigap menangani kasus ini dan para pelaku saat ini telah di amankan di Mapolsek Way Jepara. Saya meminta kepada Media Duta Lampung dan Pena Berlian untuk mengawal kasus saya ini.”pungkasnya (Taufan Jn)