Kepala Sekolah SD Tlogorejo, Winong Tantang Media

0
87

Pati, ( Duta Lampung Online) – Kepala Sekolah SD Tlogorejo viral dan jadi sorotan media, selanjutnya Anom tantang wartawan redaksi Media GIN atas pemberitaan soal pembangunan pagar SD yang diindikasi saber Pungli. (27/5/2022)

Anom menjelaskan bahwa pembangunan sarana KBM dan pagar memang berbeda dan berasal dari sumber berbeda, jika gedung sekolah dari anggaran DAK, namun untuk Pagar justru inisiatif masyarakat dan BP3, sedangkan SD hanya mengetahui itu murni dukungan masyarakat tanpa paksaan.

Anom yang mengampu dua SD, Pagendisan dan Tlogorejo baru menjabat sekira setahun di SD Tlogorejo sudah membawa perubahan pembangunan besar, jadi harusnya untuk didukung tidak diganggu para pihak.

Tanpa sengaja bersinggungannya pemberitaan dugaan pungli SD Tlogorejo atas pembangunan pagar dan gapura SD Tlogorejo yang viral yang ditepisnya, terus terang pemberitaan sebuah media online GIN itu membuat gerah beberapa pihak terutama intra sekolah. Alasan mencuat seharusnya sebagai kontrol sosial wartawan dan Redaktur GIN memuat berita yang berimbang tidak menyudutkan, memprospek, mendiskriditkan serpihak, terkesan memprovokasi dan memberi label justifikasi tanpa ada klarifikasi.

Pihaknya juga menyayangkan gambar yang tidak sebenarnya bukan anime tetapi objek lain, ini sangat menciderai nilai objektivitas berita.

“Anom dan seorang Anggota BP3, mengancam akan mencari sumber pemberitaan dan minta hak jawab, kenapa media GIN memaksa masuk ke ranah abu-abu, menyoroti pihaknya dalam hal proses pemagaran sekolah Dasar, padahal akan proyek itu kami hanyalah mengetahuinya saja,” Kilah Anom.

Intinya Anom dalam waktu dekat akan melakukan Sommasi dan melaporkan Media GIN ke yang berwajib dan lembaga lain, termasuk Pengacara PGRI, dengan langkah counter balik yang intinya, meminta motif apa, menjawab hak jawab kami, menerangkan jika berita itu sama sekali tidak benar.

“Bahkan pihak desa, seorang perangkat desa Godrong siap “nggebug” wartawan dengan cara apa saja bersama para pemuda, jika wartawan itu berani berani dateng ke sekolah dasar Medang , Tlogorejo,” ancamnya.

“Kami berharap para media bekerja profesional sesuai tupoksi dan bidangnya,” pungkasnya. (Sholihul/DLO)