DPRD Lampung Dukung Langkah Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak Lewat APBD-P 2018

0
54

BANDAR LAMPUNG, (DUTA LAMPUNG ONLINE) – Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan terkait penganggaran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, berupaya mendukung langkah pemerintah untuk memperbaiki jalan penghubung antar daerah atau provinsi yang rusak, terutama Jalan RE Martadinata, Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Barat.

“Kami dari DPRD Lampung turut mendukung penuh dan memperjuangkan perbaikan Jalan RE Martadinata melalui anggaran pendapatan, dan belanja daerah perubahan (APBD-P). Tentu akan kami kawal, Mengingat jalan tersebut adalah akses yang sangat vital bagi masyarakat Lampung, pasti akan jadi skala prioritas,” ujar Wakil Ketua DPRD Lampung, Imer Darius.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, terus memacu kinerja agar target jalan mantap 80 persen di 2018 dapat tercapai. Diantara puluhan ruas jalan provinsi yang tengah digarap saat ini, salah satunya yang menjadi prioritas pembangunan di 2018 adalah ruas jalan RE Martadinata, Kelurahan Keteguhan, Bandar Lampung.

Sekretaris Dinas PUPR Provinsi Lampung Rony Witono mengatakan, Jl. RE Martadinata memiliki letak geografis dan kontur tanah yang relatif berbeda dibanding ruas jalan provinsi yang lain. Pasalnya, badan jalan mulai dari Kota Karang menuju Lempasing di beberapa titik lebih rendah dari bahu jalan. Sehingga pada saat musim penghujan tiba, badan jalan terendam air dan mengakibatkan jalan mudah rusak.

“Tentu akan kita perbaiki secepatnya. Anggarannya akan dialokasikan pada APBD-P 2018. Dibeberapa titik akan dilakukan pengerasan jalan dengan metode rigid pavement/beton. Tentu saluran drainasenya pun akan kita perbaiki, sehingga air tidak tergenang lagi,” kata dia.

Ia pun menjelaskan, genangan air yang kerap membanjiri Jl. RE Martadinata disebabkan tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan sampah, tanah dan batu. Selain itu, saluran drainase yang kurang berfungsi maksimal disebabkan pula oleh belum terbentuknya saluran drainase permanen di sisi jalan tersebut. “Kedepan pembenahan saluran drainase pun akan menjadi prioritas dan fokus utama kami,” jelas (Rony).( **)