Kadis PU Lampung Bantah Terlibat Fee Setoran Proyek

0
617
Kadis PU Prov Lampung, Budi Dharmawan.

Bandarlampung (Duta Lampung Online)-Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Budhi Dharmawan membantah terlibat dalam dugaan setoran proyek senilai Rp14 miliar yang disinyalir dipergunakan untuk pemenangan tender sejumlah proyek di Dinas Bina Marga Provinsi Lampung.

Kasus fee proyek ini, diduga melibatkan mantan Kepala Biro Perekonomian, Farizal Badri Zaini dan Djoko Prihartanto, mantan Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Budhi Dharmawan, yang dimintai tanggapannyaa, spontan membantah. Ditemui selepas menghadiri sidang paripurna di DPRD setempat pada Selasa (4/10). Budhi menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam skema pengkondisian tender APBD Pemprov Lampung Tahun Anggaran 2016, yang diduga digalang oleh Farizal dan Djoko. “Saya sampaikan disini, kalau itu, setoran proyek, tidak ada hubungannya dengan saya,” kata Budi, seperti dilansir dari harianlampung.com,Selasa (4/10).

Disinggung mengenai materi penyelidikan Polda Lampung yang mengaitkan Dinas Bina Marga dan setoran proyek senilai Rp14 miliar, Budi kembali membantah. Menurut Budhi, dia tidak mengenal sama sekali anak Farizal, Eva Davita, maupun Djoko Prihartanto, yang disebut sebut sebagai makelar proyek. “Sampai disini saya menyerahkan sepenuhnya pada penyidik di kepolisian. Sejauh ini saya tidak merasa terganggu meski dikaitkan dengan kasus tersebut. Itu kan sudah ditangan penegak hukum, kita hargai saja prosesnya,” kata Budhi.

Setahun lalu, Budhi Darmawan, juga disebut sebut melibatkan adik kandungnya, terkait setoran proyek. Suami istri (Pasutri) Herlansyah dan Lidya yang diketahui sebagai adik dari Kepala dinas (Kadis) Budi Darmawan, sempat dilaporkan oleh seorang rekanan, Y, ke Polda Lampung dengan tuduhan penipuan. Pengaduan dengan bukti laporan nomor : STTPL/850/VIII/2015/SPKT dengan tanggal laporan 12 Agustus 2015 lalu. Dan kasusnya hingga kini redup.

Diceritakan Y, seperti dikutif http://pelitanusantara.com/lasted/budi-darmawan-tugaskan-adik-kandung-terima-setoran-dari-rekanane, bahwa indikasi penipuan yang dilakukan Pasutri itu terjadi pada awal Januari 2015 lalu, saat itu Y tanpa sengaja bertemu dengan Herlansyah di jalan Kaca Piring, Rawalaut, Enggal. Dan keduanya menawarkan kepada Y proyek di dinas Bina Marga provinsi Lampung dan dinas Kesehatan.

Untuk pekerjaan yang ada di Bina Marga nilainya mencapai Rp.2 Miliar sedangkan di dinas Kesehatan terdapat proyek pengadaan computer dan printer dengan nilai Rp.400 juta. “ Saya tertarik karena Herlan sangat menyakin dalam memberikan penjelasan proyek itu dan mereka juga adik kandung dari Kepala dinas Bina Marga,” ungkap Y.

Dikatakan Y, maka pada bulan januari lalu, Ia mulai menyerahkan dana secara bertahap termasuk motor ninja RR 250 CC modifikasi. “ Taksiran saya kalau harga motor itu  sekitar harga 90 juta, sedangkan dana tunai yang sudah saya serahkan sebesar Rp.215 juta melalui transfer,” katanya.

Ditambahkan Y,  setelah waktu berjalan sekitar 10 bulan ternyata proyek tersebut tidak ada, melalui itikad baik, Y juga telah menemui orang tua mereka (Herlansyah dan Lidya), namun juga masih tidak ada penyelesaian akhirnya saya melaporkan mereka ke Polda Lampung.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here