Jubir KPK Benarkan Ada Penggeledahan Kasus OTT Bupati Lampura

0
41
Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah (Kompas.com)

Lampung Utara (Duta Lampung Online)- Masyarakat kembali digegerkan video yang dikabarkan terkait aktivitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung. Saat dikonfirmasi, Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah membenarkan bahwa KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat, di Lampung Utara (Lampura) juga Bandarlampung, hari ini (22/11).

Menurut Febri, penggeledahan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Lampura, yang diketahui menjerat Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara.

“Ya, benar penyidik melakukan penggeledahan di beberapa tempat di wilayah Lampura. Ada juga di Bandarlampung,” ujar Febri kepada radarlampung.co.id melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (22/11) malam.

Masih kata Febri, ada sekitar empat lokasi yang digeledah penyidik KPK. Di antaranya, Rumah Benteng, Jl. Penitis, Kel. Tanjung Harapan, Kec. Kotabumi Selatan; sebuah rumah di Jl. Sultan Agung Raya, Wayhalim Permai, Bandarlampung; rumah paman Bupati Lampura di Jl. Hos Cokro Aminoto, Kotabumi Tengah, Kab. Lampung Utara; dan rumah saudara adik Bupati di Jl. Kelapa, Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.

“Penggeledahan dilakukan sejak siang dan masih ada yang berlangsung hingga malam ini. Dari lokasi tersebut diamankan sejumlah dokumen-dokumen proyek di Lampung Utara dan catatan aliran dana,” bebernya.

Sementara itu, di hari yang sama, penyidik KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek di Lampung Tengah.

KPK, kata Febri, mengagendakan pemeriksaan terhadap empat orang saksi untuk tersangka Mustafa mantan Bupati Lampung Tengah. Masing-masing yaitu Hendi Setia Jaya seorang PNS di Dinas Bina Marga Pemkab Lamteng. Lalu KH Muslih Zein selaku Ketua Dewan Syuro DPC PKB Tulangbawang, KH Muhlas Ketua Dewan Syuro DPC PKB Pringsewu, dan KH Jumal Ketua Dewan Syuro DPC PKB Pesawaran.

Selain keempat saksi itu, ada dua orang saksi yang tidak hadir. Di antaranya KH. Muhlas dan Hendi, untuk saksi Hendi tidak hadir tanpa keterangan. “Pada para saksi yang diperiksa tadi, KPK mendalami pengetahuan saksi tentang aliran dana utk mahar politik dari Mustafa ke DPW PKB Lampung saat ada rencana Pilgub Lampung 2018 lalu,” pungkasnya. (Rdr/ang/sur/RlsEvi)