Jokowi Larang Ekspor Bauksit 2023

0
28

Jakarta ( Duta Lampung Online)- Mulai Juni 2023, pemerintah bakal melarang ekspor bijih bauksit. Saya ulang, pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit di Juni 2023,” tegas Jokowi dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Selain melarang ekspor bijih, sambung Jokowi, pemerintah juga akan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri.

“Dari industrialisasi bauksit di dalam negeri ini kita perkirakan pendapatan negara akan meningkat dari Rp21 triliun menjadi sekitar Rp62 triliun,” tuturnya.

Jokowi juga membeberkan beberapa pertimbangan lain dari keputusan pemerintah untuk pelarangan ekspor ini.

“Pertama, saya ingin meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi dalam negeri. Dan yang kedua, meningkatkan penciptaan lapangan kerja baru.,” ucap Jokowi.

Pertimbangan ketiga adalah meningkatkan penerimaan devisa dan yang keempat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia.

Jokowi menyontohkan bahwa dulu saat ekspor bahan mentah nikel yang menghasilkan USD1,1 miliar, tahun ini perkiraannya sudah melebihi USD30 miliar.

lompatan nilai tambah itu, yang kita dirugikan berpuluh-puluh tahun. Pajak gak kita dapat, kalau kita ikut memiliki dividen juga gak dapet, royalti juga gak dapet. Bea ekspor juga ga dapet, pembukaan lapangan kerja kita juga gak dapet. Nggak dapet apa-apa, ini yang harus dihentikan,” tandasnya.

“Dan hari ini akan kita tambah lagi, kalau kemarin stop nikel, hari ini akan kita umumkan satu komoditas yang kita miliki,” tegas Jokowi.

Dia mengatakan bahwa ekspor bahan mentah RI tidak bisa lagi dibiarkan.

selain bijih bauksit, tahun depan akan ada lagi entah 1 atau 2 komoditas yang dihentikan ekspornya.

“Karena jelas, USD1,1 miliar yang melompat jadi lebih dari USD30 miliar, dari Rp18 triliun menjadi Rp460 triliun, kalau kita teruskan, rugi besar kita meskipun kita digugat. Gak apa-apa. Nikel digugat, ini nanti yang kita umumkan digugat lagi. Gapapa. Suruh gugati terus. Yang kedua digugat belum rampung, yang ketiga kita stop, digugat lagi nggak apa-apa. Tugas kita adalah mencari nilai tambah yang sebesar-besarnya,” pungkas Jokowi.

( SHDt/Ed,) (*)