Jembatan Boloiyye, Winong Perlu Perawatan

0
46

Pati, (duta lampung online) – 3/6/2022, Kub Arum Taylor mengingatkan pemerintah kabupaten pati untuk mempersiapkan lagi upaya pemeliharaan, rehabilitasi jembatan gantung boloiyye yang terletak di desa guyangan, winong, sebagai penghubung antar kecamatan, yaitu kecamatan Pucakwangi dan kecamatan winong, jika tidak ingin dapat dapat bahaya “korosi” cepat akibat rusaknya besi besi pengikat, serta blek plat tatakan jalan sebagai telekan, karena semua tahu semua bahan dari besi dan baja rawan korosi dan baut bisa renggang .

Bina Marga PUPR Pati saat datangi lokasi proyek kepada media mengatakan, ‘Membangun jembatan gantung ini biayanya tidak sedikit, maka wajib semua jaga kondisi keamanannya. Untuk perawatannya akan disampaikan angaran dari pemerintah kab. Pati terkait jembatan Boloiyye ini tidak mencukupi karena anggaran sangat terbatas dan harapan masyarakat dulu dulunya baru tahun 2021 terealisasi dan layak pakai, silakan dimanfaatkan. Namun tetap berhati hati, karena di ujung jalan masih menganga belum diurug harus ada kepedulian warga untuk memberi perhatian, tanda peringatan, dan untuk mempersiapkan rehabilitasi jembatan nantinya entah bersumber dana daerah atau APBN pusat,” ungkapnya.

Munjakim Kepala Desa Guyangan, berharap dengan rehabilitasi kembali jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan antara Guyangan, Winong dan Karangwotan, Pucakwangi, hendaknya masyarakat bisa bersama-sama menjaga dan merawatnya,” harap munjakim.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa kapasitas jembatan hanya dapat menahan beban hanya maximal 1,5 ton dan diperuntukan bagi pejalan kaki, untuk kendaran roda dua dan kendaraan motor roda tiga.

Lanjutnya, ia menghimbau untuk bak bermuatan rendah berkapasitas kecil untuk tidak melewati jalan guyangan hingga karangwotan tersebut. Supaya jembatan ini bisa bertahan lama.

“Mudah-mudahan usaha perawatan dan penjagaan ini kita sama sama menjaga aset, karena ini milik negara bersama, milik masyarakat terutama dua kecamatan tersebut memang jembatan ini sudah bisa difungsikan,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pati, melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) kab. Pati, mengalokasikan dana melalui APBK degan nilai kontrak sebesar Rp 3 miliar.

”Total panjang jembatan ini kurang lebih sepanjang 100 meter dengan lebar 2,5 meter dan pekerjaan sudah mencapai 100 persen, untuk rehabilitasi kita pasang gelagar memanjang keseluruhan dan untuk lantai kita pasang besi plat bordes, tiang sandaran, ini yang kita gantikan lebih besar akan lebih kokoh,” tutupnya. (Sholihul)