Jaga Stabilitas Harga Pangan, Bulog Lampung Lakukan Penetrasi Pasar

0
49
Kepala Bulog Divre Lampung, M. Attar Riza (kiri), mengunjungi salah satu outlet Rumah Pangan Kita (RPK)

BANDAR LAMPUNG (Duta Lampung Online) – Guna mengantisipasi gejolak kenaikan harga bahan pangan terutama komoditi Beras, Perum BULOG Divisi Regional Lampung melakukan kagiatan Penetrasi pasar Beras Medium diseluruh wilayah Lampung.

Kepala Bulog Divre Lampung, M. Attar Riza mengatakan, hal itu dilakukan karena permintaan atas beras dipasaran cukup besar sedangkan pasokan (supply) untuk beras sendiri masih kurang, mengingat beberapa daerah sentra produksi masih belum memasuki masa panen gaduh.

Oleh karena itu untuk menjaga stabilitas harga dan ketersedian beras medium di pasaran Perum BULOG melakukan penetrasi pasar beras medium cadangan pemerintah melalui beberapa saluran, yaitu penjualan langsung menggunakan kendaraan di beberapa titik keramaian, melalui Agen Rumah Pangan Kita, melalui pedagang pasar yang bekerja-sama dengan Perum BULOG Divre Lampung dan melalui sinergi BUMN (PERTANI, PPI dan PIP).

Sampai dengan saat ini periode Juli – Agustus 2018 Perum BULOG telah menyalurkan beras medium dipasaran sejumlah ± 3.181 Ton yang tersebar di seluruh wilayah lampung, BULOG juga menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan untuk tidak perlu khawatir akan kelangkaan Beras Medium dipasaran karena stok yang tersimpan di Gudang BULOG Lampung cukup untuk 10 Bulan kedepan.

Selain ketersedian stok yang cukup, samapi dengan saat ini (kemarin 28/08/2018) Perum BULOG Lampung juga masih melakukan serapan hasil dari petani melalui pengadaan beras dengan total serapan berjumlah 77ribu ton (74%) dari target serapan 2018 sebesar 115 ribu Ton.

“Kami masih optimis dan terus melakukan serapan karena beberapa wilayah masih belum memasuki masa panen” ujarnya saat ditemui, Rabu (29/8).

Atarr menambahkan, selain melakukan penetrasi beras medium cadangan beras pemerintah, Perum BULOG Lampung juga melakukan gerakan stabilisasi untuk beberapa komoditi komersial BULOG seperti Komoditi Gula Manis KITA, Minyak Goreng KITA, Beras KITA dan Terigu KITA. (fjr)