Jadi Bukti Jerih Payah, Bupati Nunik Ikut Panen Lele Perdana

0
72
Foto: Istimewa

LAMPUNG TIMUR, (Duta Lampung Online) – Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, ikut panen perdana ikan lele milik Kelompok Budidaya Ikan Agra Mina Lestari Desa Donomulyo, Kecamatan Bumi Agung, Lampung Timur (Lamtim), Senin, (22/1).

Selain Bupati Lamtim ikut juga Dandim 0411/LT, Letkol CZI Burhanudin, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Tohir Hanafi, Wakil Kepala Polsek Bumi Agung, Ipda Hariyanto, Plt. Camat Bumi Agung, Edy Gunarto, Ketua Kelompok Budidaya Ikan Dwi Winarto beserta seluruh anggota pengurus kelompok Agra Mina Lestari.

Panen ini, kata Nunik-sapaan Chusnunia Chalim, menjadi bukti dari jerih payah para pengurus kelompok yang selama ini. “Bersyukur hari ini kita panen bersama dengan kelompok petani ikan dan kita harapkan di daerah-daerah lain seperti Bumi Agung, Pekalongan, Batang Hari, Sekampung, Purbolinggo, Sukadana dan sekitarnya bisa menjadi kawasan pusatnya budidaya ikan tawar. Kita dari tahun ketahun memang sudah mengalokasikan anggaran untuk bantuan untuk para kelompok tani. Disamping ada program dari kementerian, kita juga akan terus mengalokasikan berupa bantuan, untuk berdampingan dengan petani ikan di kecamatan-kecamatan yang memang daerahnya cocok untuk budidaya ikan,” ungkap orang nomor satu di Lampung Timur itu.

Sementara Ketua kelompok budidaya ikan Agra Mina Lestari Dwi Winarto menyebutkan, Kelompok Budidaya Ikan Agra Mina Lestari sendiri terbentuk pada Desember 2016 dengan jumlah 25 anggota, namun baru memulai budidaya ikan lele tsejak November 2017 lalu. Budidaya ikan lele kali ini merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat yang di fasilitasi oleh Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Lampung Timur.

Berkat adanya Bantuan Pengembangan Wirausaha Perikanan, Kelompok Agra Mina Lestari mulai mengembangkan budidaya Lele 2 bulan lalu dengan menebar 40.000 ekor bibit Lele. Ia berharap pada panen kali ini dapat mencapai target yang diharapkan yakni 3 ton 3 kwintal.

Bantuan yang diberikan pemerintah ini merupakan modal, yang kemudian dapat kita kembangkan terus ke petani kelompok. Kami berharap jangan sampai habis uangnya, sehingga anggota bisa sejahtera dan bisa punya tambahan kas,” ungkap Dwi Winarto.(Ist/*/SL)