IWW Kembali di Laporkan Ke Polsek Gabus

0
73

Gabus, (Duta Lampung Online) – 3/6/2022, Sudah dua lali panggilan Polisi, atas Laporan KUB Arum Taylor terkait dugaan pemalsuan SK PNS yang dilakukan IWW (48), oknum Guru SD Tambakromo 3, Kepada Kapolsek Gabus.

Ketidakhadiran pelapor menurut keterangannya, karena surat panggilan salah alamat dan tidak sampai tujuan.

Hartini selaku kuasa khusus insiden mewakili korban penipuan, “Mengingat korban juga pernah berkali kali melaporkan kejadian serupa yang di alaminya. Namun sayang mendapat persepsi jika korban dianggap tidak layak lapor, laporan ditolak dan tidak ditanggapi, lalu menurut keterangan juga mendapat perlakuan tidak responsif dan tindakan tidak normatif oleh oknum personil Polsek terkait dibeberapa Polsek, sehingga kami tetap mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus peristiwa tersebut dengan fokus pada perkara,” ujarnya.

Melalui bukti pengiriman surat tercatat No. Register Pos : 2204130017946 yang dikirim Hartini, RT 4/RW 1 Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, disampaikan tanggal ,13/4/2022, dan dikirim lagi pada sekira Desember 2022, kepada Kapolsek Gabus.

Akan hal ini Polsek Gabus sudah menghubungi Hartini via telepon, menyampaikan bahwa Polsek Gabus akan menyelidiki secara serius kasus dugaan Pemalsuan Dokumen Negara dan Pemalsuan SK PNS yang diduga dilakukan oleh IWW, oknum Guru PNS tersebut.

Dijelaskan Hartini kepada Nit. Reskrim Polsek Gabus bahwa, “IWW setelah diterima PNS lalu kabur dari rumah keluarga setelah sengaja menipu daya suaminya dan saudara suaminya dengan berbagai alasan, yang pada intinya untuk mendapatkan uang. Bagaimanapun caranya termasuk salah satu modusnya menipu, menggelapkan, memalsukan dokumen, menjanjikan seseorang menjadi PNS dengan iming iming jika titip Uang sejumlah tertentu, lalu dibuatkanlah para korbannya SK bodong, untuk melancarkan aksinya korban hanya diberi fotokopinya. Sedangkan, SK aslinya disimpan olehnya akan diberikan jika sudah lunas pembayarannya,” ungkapnya.

Sejak memberi SK tersebut, IWW susah dihubungi baik melalui telpon maupun bertemu. Lalu membuat persepsi dan kriminalisasi kepada para korban sebagai alibi pengalihan kasus kasus yang dilakukannya.

Menurut keterangan, pelaku sering meminjam uang kepada saudara-saudara korban, ibu mertuanya pun dikibuli dengan modus hutang, gadai barang dan surat berharga milik orang lain, mengunakan sertifikat, barang, kartu pensiun milik Asih Hastuti (72) mertua pelaku di BTPN selama kurang lebih sepuluh tahun, serta menguras habis asset suaminya.

Sebelum kabur dari rumah dengan oknum anggota polisi yang sedang dilaporkan juga dan diproses demosi dengan tipu daya secara bersama-sama dengan IWW melakukan perampokan dan persekusi di tengah Jalan Mojolawaran, Gabus. Tepatnya di Jalan Gang Masjid Mojolaearan pada malam hari Jam 2, sekitar hari Minggu, (11/11/2011) hingga sekarang IWW ini masih tidak diketahui domisilinya. Hanya diperkirakan berada di wilayah Tambahmulyo, Gabus.

Untuk ini sengaja layangkan laporan ini kepada Kapolsek Gabus untuk dapat segera menindaklanjuti. Hartini Juga mendesak Polsek Gabus segera melakukan proses hukum yang cepat dan objektif terhadap pelaku sebagai bentuk penegakan hukum di Indonesia. Sebab oknum guru tersebut telah benar-benar merugikan masyarakat, melanggar etika, kemanusiaan, norma dan hukum Negara. Diharapkan proses tersebut objektif dengan memprioritaskan presisi dan restoratif justice, dan mendapat sanksi seadil adilnya.

“Kami selaku Coinsiden yang menerima kuasa untuk mengawal kasus ini, meminta agar kasus tersebut dibuka leba- lebar, diusut tuntas siapa yang terliba didalamnya . Jika sindikat maka harus disisir jaringannya. Jika pelakunya sendiri, maka pelaku untuk ditetapkan sebagai tersangka dan diproses hukum,” tegasnya. (Sholihul)