IRING IRINGAN MOBIL JENAZAH PUTRA GUBERNUR JAWA BARAT DI SAMBUT HARU MASYARAKAT BANDUNG

0
18

Jawa Barat, (Duta Lampung Online) – Jenazah putra Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtazd atau sering disapa Eril akhirnya sampai di Gedung Pakuan Bandung Propinsi Jawa Barat pukul 20.00 WIB hari Minggu 12 Juni 2022 dari Bandara Sukarno Hatta Tanggerang Propinsi Banten. Begitu tiba Jenazah di sambut oleh Ibu kandung Ridwan Kamil dan Ibu kandung Ibu Atalia Praratya Nenek Eril di Gedung Pakuwan Bandung.

Jutaan do’a dari masyarak Bandung Propinsi Jawa Barat dan bangsa Indonisia bahkan tak sedikit do’a di panjatkan dari Luwar Negeri, sepanjang jalan dari keluar Tol Seroja Soreang Kabupaten Bandung tumpah ruwah masyarakat mengiringi Jenazah Eril, Lautan manusia nampak memenuhi Pemakaman Eril, (13/6/2022) dengan penuh haru dan tangisan. Eril di makamkan dekat sungai kecil di sekeliling sawah masyarakat di Cimaung Kabupaten Bandung.

Puisi sambutan Ridwan Kamil Gubernur Propinsi Jawa Barat Ayah Eril penuh haru di sampaikan di samping makam Eril di depan Lautan Manusia. Tentang hidup Eril yang sangat kasat mata rasanya terlalu singkat tetapi setelah di cermati kehidupannya sangat padat dan bermanfaat, 23 tahun mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya karya yang besar namun terbukti, ternyata memadai dengan manusia di cintai dengan akbar.

“Kami belajar tetang hidup yang terdiri atas selamanya hari tetapi tiap helai napas yang dipakai berbuat baik walaupun kecil dalam sehari hari. Kami mengikhlaskan eril pergi kerna kami menyadari bahwa Alloh telah mencukupkan seluruh amal amalnya untuk menutupi kemungkinan bertambah kehilapannya, mungkin akan berat tapi kami sudah menyiapkan hati kalau kami tidak akan lagi pernah melihat jasatnya untuk terakhir kali.

Langkah Eril akhir di Newyork yang berda jauh di sebrang mengapa tidak Ia wafat di Swiss yang jauh juga tak berbilang, bukankah tiap sejengkal tanah milik Allah yang menentukan pergi dan pulang luncuran doa yg di panjatkan dari berbagai penjuru negeri adalah limpahan bertanda yang lebih dari cukup bagi kami untuk yakin barang kali Allah yang menghendaki agar kepulanganya di sambut oleh langit dan bumi.

Bagai mana mungkin kami tidak merasai di limpahi oleh rahmat dan karunia saat Jenazah yang terbaring di Air ber hari hari dengan utuh lagi sampurna itulah salah satu keyakinan kami bukti adanya mukjizat yang akhirnya Alhamdulillah kami di beri sempat untuk melihat tanda kekuwasaan Alloh sang pemberi berkat, pelajaran bagi kita yang beriman dan pandai membaca isyarat, kematian Eril merupakan kehilangan yang sangat yang sangat telak juga pengalaman yang sungguh dahsat. dalam momentum yang yaris sejajar kami merasakan kehilangan yang paling besar tapi seketika itu juga kami merasa dilimpahi kasih yang Akbar.

Terakhir kami sangat bersyukur di anugrahi seorang putra yang dalam hidupnya bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami sang Orang Tua.” pungkas Kang Emil. (Damsir)