INSPIRASI Dan MOTIVASI : Bisnis Rongsokan Alternatif Usaha Di Saat Pandemi

0
43

(Duta Pena Online) Lampung Timur,Rabu 18/5/2022, Terbayang di benak kita,barang rongsokan adalah benda bekas yang sepele bahkan terkadang hanya menjadi sampah,namun bila kita tekuni mengumpul kan barang barang bekas tersebut,yang kita anggap sampah mungkin masih ada nilai jualnya dan salah satu sumber cuan(bahasa Hokkian,China Selatan) yang artinya uang.

Seorang kakek,di Lampung timur, membuktikan bahwa barang barang bekas yang disebut juga rongsokan bisa untuk alternatif usaha apalagi di masa Pandemi wabah (Corona 19).melanda Indonesia saat ini,banyak masyarakat yang terkena dampak nya,salah satu nya adalah anjlok ekonomi secara drastis,.

Yahya (50 Tahun) kakek dari 6 orang cucu,dan ayah dari 4 orang anak ini,telah membuktikan,dia adalah salah satu pengepul/Penerima Rongsokan yang berada di desa Gunung Sugih Kecil Kecamatan Jabung,Kabupaten Lampung Timur.
Kakek Yahya berceritanya ” saya memulai usaha jual beli Rongsokan ini dari Tahun 2010 yang lalu,di awali dengan modal kecil dan kemauan untuk usaha,saya mencari sendiri dari kampung ke kampung,masyarakat yang ingin menjual barang bekas,dan saya beli,lalu saya kumpulkan seminggu kemudian saya jual ke Bos Penampung besi tua di Mataram baru,”ujarnya.

Kini kakek Yahya mempunyai 10 orang mitra kerja yang menyetorkan /menjual rongsokan kepadanya,ketika Di tanya oleh wartawan ini tentang penghasilannya,kakek Yahya mengatakan,”saya beli dari mitra saya rongsokan ini dan saya terima di rumah,terkadang saya mendapat penghasilan bersih 300,000,- sampai dengan 350.000,- perhari sedangkan mitra kerjanya bisa mendapat penghasilan bersih 100.000,-sampai dengan 150.000,-dari berbagai jenis Rongsokan, Alhamdulillah kalau seperti kami yang hidup di kampung sudah mencukupi untuk biaya hidup dan membiayai anak saya sekolah,satu lagi anak saya masih sekolah dan 3 orang sudah berkeluarga” ujarnya.

Adapun barang bekas yang dia terima atau di tampungnya antara lain,kardus bekas,kertas bekas,besi tua,almunium,Kuningan,tembaga,Rongsokan Atom bekas,dan Plastik.dan di dapat oleh para mitranya hanya di seputar kecamatan Jabung,kecamatan Gunung Pelindung,dan Kecamatan Melinting Lampung timur,sedangkan dalam seminggu kakek ini dapat menjual satu sampai dua ton Rongsokan dari berbagai jenis.

Lebih Lanjut Kakek Yahya bercerita,”saya Orang Lampung asli marga saya Sebuai Libo Kecamatan Jabung,dan saya tidak malu dengan usaha yg saya geluti ini,yang penting Halal,dan saya ingin memberi contoh pada anak anak muda di Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur,bahwa sekecil apapun usaha bila di tekuni akan dapat menjadi Sumber uang,memang dimulai dari kecil dulu, yang penting kita Mau Bekerja keras dan tidak malas,”Pungkasnya, semoga menjadikan Motivasi bagi para Pemuda .(Taufan JN)