Lampung, (Duta Lampung Online)– Meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, hujan justru masih sering mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Lampung.
Tidak jarang, intensitas hujan yang turun bahkan cukup ektrem dengan disertai petir dan angin kencang. Lantas, apa penyebabnya?
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hariyanto mengatakan bahwa musim kemarau tak berarti tidak ada hujan sama sekali.
Menurut Rudi adanya perkembangan dinamika cuaca akibat hadirnya pola gangguan atmosfer di wilayah ekuator tropis dapat menghasilkan hujan di wilayah-wilayah yang tengah mengalami musim kemarau.
Rudi mengungkapkan di Indonesia Bagian Barat, beberapa wailayah, termasuk Lampung, terpantau menerima curah hujan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Hal itu diakibatkan oleh hadirnya aktivitas gelombang tropis ekuator Rossby dan Kelvin yang diprediksikan masih bertahan dalam 3 hari kedepan,” kata Rudi, dalam keterangannya kepada Lampung77.com, Rabu (19/8/2020).
“Beberapa wilayah di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan yang tengah mengalami musim kemarau tercatat mendapatkan hujan dengan kriteria lebat hingga sangat lebat dalam dua hari terakhir,” pungkasnya.
Kemarau Basah
Rudi sebelumnya pernah memberikan hasil analisa BMKG terkait hujan di tengah musim kemarau ini. Kondisi cuaca yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung saat ini diperkirakan sedang memasuki fenomena musim kemarau basah.
Rudi mengatakan bahwa saat ini Lampung sebenarnya sudah memasuki musim kemarau. Namun, ia memperkirarkan bahwa peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang saat ini masih berpotensi terjadi.
“Secara umum, bahwa sekarang diperkirakan memasuki musim kemarau basah. Artinya, walaupun kemarau, tetapi masih ada curah hujan. Tapi, intensitasnya rendah hingga sedang,” kata Rudi, saat dihubungi Lampung77.com, baru-baru ini.
Rudi sebelumnya memprakirakan bahwa puncak musim kemarau di Lampung, diprediksi akan terjadi pada periode Agustus hingga September 2020.
“Prediksi puncak kemarau di Lampung Agustus hingga September. Karena dengan luasnya wilayah lampung sehingga tidak merata. Jadi memang (puncak kemarau) ringnya dua bulan ini (Agustus dan September),” jelas Rudi.
Sementara itu, dari pantauan dinamika atmosfer, Rudi mengatakan bahwa sejumlah wilayah di Lampung masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan disertai petir dan angin kencang di Lampung pada hari ini, 19 Agustus 2020, yaitu Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, dan Tulangbawang pada siang, sore dan malam hari.(Rilis)

































