Hartini Harum Taylor, Apresiasi Polsek Gabus untuk Buka Kasus Persekusi

0
19

Pati (Duta Lampung Online) – 21/6/2021, KUB Harum Taylor yang dinahkodai Siti Masatun Hartini, mengapresiasi setinggi – ‘ingginya kepada Polsek Gabus, yang telah bersedia membongkar kasus sindikat persekusi dan jatanras yang dilakukan gerombolan preman, yang dialami kliennya, SDH, yang merasa terabaikan laporannya hingga berlarut – larut.

Sekira sudah tiga kali saya kirimkan surat laporan, agar Kapolsek Gabus, Winong, Tambakromo dan Polres Pati serius mengungkap sindikat pelaku begal dan Jatanras di Wilayah Gabus, sejak 2011 tersebut.

Dalam konferensi persnya kepada media, Hartini selalu pendamping koinsiden, menyampaikan keluhannya, kenapa semua laporan Korban terasa diabaikan dan tidak mendapat tanggapan selayaknya, apakah dengan hanya melihat Kondite seseorang lantas Kepolisian enggan menanggapi dan menyelidiki serta memproses laporan seseorang atau lembaga.

Polsek Gabus melalui seluler berjanji akan menuntaskan kasus ini dan menyatakan dalam satu bulan akan mengirim panggilan ke alamat Hartini, undangan ke Polsek Gabus.

Hartini menyampaikan bahwa undangan tidak sampai ke alamat, seharusnya dikirim ke RT4 RW1, Karangwotan, kecamatan Pucakwangi, namun keterangan Polsek Gabus, katanya salah alamat.

Kepolisian sebagai pelayan dan pengayom masyarakat salah satu intisusi penyelenggaraan penegakan hukum, dimana tugas pokoknya adalah menerima, memeriksa, menyelidiki dan memproses perkara – perkara yang dilaporkan masyarakat di tingkat pertama bagi masyarakat pencari keadilan, terlebih kewajibannya untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang mencari keadilan ini sangat Urgen dan ditekankan Presiden Jokowi” himbau Hartini.

Selanjutnya, Hartini menyampaikan saat dibincangi awak media Duta Lampung, Senin, 20/06/2022, di kantornya secara pribadi, beliau sangat memuji pelayanan yang baik dan profesionalisme Polsek Polsek terkait, maupun Polres Pati atas layanan yang telah diberikan oleh para tim penyidik, penyelidik, intel, serta kanit selama ini menjalin komunikasi yang baik, koopreratif dan komunikatif, namun beliau mempertanyakan mengapa prosesnya sangat lama, dilematis , klise, berlarut larut, dan juga belum ada kejelasan tindak lanjut laporan kami ini, kami meminta SP2HP-nya segera diterbitkan, sehingga kami tahu sudah sampai level mana kasus ini ditangani kepolisian.

“Pada dasarnya hukum tidak boleh tebang pilih dan Pandang Bulu dan diskriminatif, semua harus diperlakukan sama di depan hukum.” Tegasnya.

“Kasus ini harusnya dibuka lebar sejak dulu sehingga tidak berlarut larut, ditemukan tutuk terang, terkait siapa yang bersalah dan dipersalahkan, apa yang terjadi, dimana kejadiannya, fakta hukumnya dan peristiwanya diluruskan kembali dari awal, jangan sampai ada intervensi pihak yang tak ada hubungannya dengan kasus, kriminalisasi dan settingan. Biarkan fakta hukum dan kebenaran yang bebicara dengan waktu yang berjalan dan pengadilan yang nanti memutuskan sanksi dan hukumnya.” Harap Hartini.

Laporan berrjaring lainnya juga sudah kami ikut sertakan sebagai bahan pertimbangan penyidik, terkait dugaan kasus penipuan penggelapan, pemalsuan dokumen negara, sebagai temuan, sebab ternyata kasus ini berkaitan dengan peristiwa eksekusi dan persekusi yang disampaikan di atas tadi, kami tidak ingin mendahului konstruksi hukum yang ditetapkan penyidik. Kami hanya sifatnya menjembatani, menerjemahkan, dan menyampaikan keluhan dan kerugian yang dialami klien, sebagaimana pendalaman yang kami lakukan, untuk dengan harapan menjadi petunjuk dan keterangan pembantu Polsek Gabus. Untuk selanjutnya dapat langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Pati, kami berapresiasi dengan Kepolisian terutama Polsek Gabus, sebagai terlapor, kami sungguh berharap supremasi hukum dan keadilan ditegakkan setegak tegaknya, kami sabar menunggu undangan klarifikasi lanjutan, dan tetap mengawal serta mepertanyakan sudah sampai dimana Kepolisian mendalami, dan memproses kasus – kasus berkaitan dengan peristiwa massif ini.” Pungkasnya.

(Sholihul Duta)