BANDARLAMPUNG, (Duta Lampung Online) – Mahalnya harga beras di Lampung membuat Bulog meluncurkan 6.000 ton beras untuk operasi pasar (OP) dalam tiga bulan ke depan. Namun kenaikan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah diakui Bulog adalah pelanggaran dan menjadi tugas Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
Kemarin (Kamis [11/1], red), Kementerian Perdagangan bersama Bulog Divre Lampung menggelar OP dalam rangka stabilisasi beras medium, di Pasar Tejoagung, Kota Metro. Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kemendag Merry Maryati selaku koordinator operasi beras Lampung mengatakan kegiatan OP dalam menjaga stabilisasi beras medium di Lampung. “Kegiatan OP ini sudah berjalan sejak Selasa (9/1). Target OP beras 2018 adalah 6.000 ton untuk periode Januari—Maret 2018 dengan perhitungan 80% dari jumlah penduduk Provinsi Lampung 8,2 juta jiwa,” kata Merry di sela OP, kemarin.
Kasub Bulog Subdivre Lampung Tengah Maidana Aulia Siregar mengatakan penglepasan OP beras medium itu telah membanjiri pasar, yakni 10 ton untuk dua pasar di Bandar Lampung, Pasar Kangkung, dan Pasar Pasirgintung. Sedangkan, untuk Pasar Tejoagung sebanyak 7 ton. “Hari ini (kemarin, red) akan dilaksanakan penglepasan kembali beras medium untuk Pasar Tejoagung sejumlah 4 ton dengan harga Rp8.500/kg,” kata Maidana, kemarin.
Terkait melambungnya harga beras di tingkat pengecer sejumlah daerah di Lampung, Maidana memastikan harga beras medium tetap Rp8.500/kg. Kalau ada oknum pedagang yang menjual di atas harga tersebut, bentuknya sudah pelanggaran. “Andai ini terjadi ada permainan harga, ini wilayahnya Satgas Pangan Provinsi maupun kabupaten/kota di Lampung,” katanya dilangsir dari lampost.co.
Sementara itu, Satgas Pangan Lampung terus menelusuri dan memantau stok serta harga beras. Namun hasilnya, baik beras rastra, medium, maupun premium, saat ini stoknya normal, dengan harga belum ditemukan lonjakan harga signifikan. “Sejauh ini pemantauan masih dalam tahap normal, dan belum ada lonjakan harga signifikan maupun, defisit stok,” kata Ketua Satgas Pangan Lampung Kombes Aswin Sipayung, kemarin. (Ist/lp/*)

































