H-7 Nataru, 31 Ribu Orang Menuju Sumatera, Trafik Merak-Bakauheni Ramai Lancar, Mobil Pribadi Masih Mendominasi

0
11

Lampung Selatan, ( Duta Lampung Online ) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengingatkan pengguna jasa penyeberangan  pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari reservasi tiket secara online, menjaga stamina tubuh dan kendaraan tetap prima, serta mematuhi protokol kesehatan di tengah masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) pandemi Covid-19.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, ASDP telah berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan dan pelabuhan dengan service excellent, sehingga pengguna jasa dapat menikmati perjalanan pada periode Natal dan Tahun Baru dengan sehat, lancar, aman dan nyaman.

“Kami pastikan, kesiapan sarana dan prasarana memadai. Namun, kami harapkan kerjasama dari pengguna jasa untuk lebih well prepared. Pastikan telah mereservasi tiket via Ferizy, menjaga kondisi kesehatan tubuh dan kendaraan, serta patuhi protokol kesehatan, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak (physical distancing),” katanya menjelaskan.

Shelvy mengungkapkan trafik penyeberangan Merak-Bakauheni relatif ramai dan lancar, dimana pergerakan kendaraan roda 4 penumpang masih mendominasi, baik dari Jawa menuju Sumatera, maupun sebaliknya.

“Dari data Ferizy, kami mencatat trafik R-4 penumpang ramai mengalir per jamnya, mulai dari pagi hingga sore hari dengan jumlah reservasi online sebanyak 1500 unit mobil pribadi. Trafik mobil pribadi di lintas Merak-Bakauheni ini terus meningkat sejak beroperasinya tol Trans Sumatera,” ujar Shelvy.

Data Posko Merak 24 jam pada Jumat (18/12) pukul 08.00 hingga Sabtu (19/12) pukul 08.00 atau H-7 mencatat, jumlah total penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera berjumlah 31 ribu orang atau turun 2,27 persen dibandingkan periode sama tahun 2019 sebanyak 33 ribu orang.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 790 unit atau naik 33,7 persen engan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 590 unit, lalu kendaraan pribadi (R4) sebanyak 4.200 unit atau naik 26,5 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 3.390 unit kendaraan, dan total kendaraan R-4/lebih (termasuk bus dan truk) tercatat sebanyak 2.700 unit kendaraan atau turun 37 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.300 unit.

Sebaliknya, data Posko Bakauheni 24 jam pada Jumat (18/12) pukul 08.00 hingga Sabtu (19/12) pukul 08.00 atau H-7 mencatat, jumlah total penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak berjumlah 24.644 orang atau turun 11 persen dibandingkan periode sama tahun 2019 sebanyak 27.782 orang.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 522 unit atau hampir sama dengan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 521 unit, lalu kendaraan pribadi (R4) sebanyak 2.880 unit atau naik 6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 2.726 unit kendaraan, dan total kendaraan R-4/lebih (termasuk bus dan truk) tercatat sebanyak 6.192 unit kendaraan atau turun 3 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.395 unit.

ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar tetap mewaspadai cuaca buruk yang terjadi selama bulan Desember ini, dimana intensitas hujan dan gelombang relatif tinggi di berbagai wilayah perairan Indonesia. Tentunya, kondisi cuaca yang mudah berubah dapat berdampak pada perubahan jadwal pelayanan dikarenakan kapal membutuhkan waktu lebih lama dalam olah gerak saat akan sandar di dermaga.

Demi kelancaran, keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna jasa.
Pertama, pengguna jasa yang telah membeli tiket harus tiba di pelabuhan lebih awal, yakni melakukan check-in dan cetak boarding pass di pelabuhan paling lambat dua jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Kedua, bagi pengguna jasa yang tiba di pelabuhan melebihi waktu keberangkatan, maka tiket akan hangus sehingga pengguna harus membeli tiket kembali via online.
Ketiga, jika ada kendala yang dihadapi yang dapat menyebabkan keterlambatan, dapat melakukan reschedule tiket paling lambat 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan.

Pada periode layanan libur panjang ini, ASDP juga menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan yang berperan untuk memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket. Dengan demikian, penumpukan kendaraan di area tollgate pelabuhan dapat dihindari.(wan)