Gubernur Serahkan DIPA Tahun 2017 Kepada SKPD

0
193
Foto Istimewa

Bandarlampung ( Duta Lampung Online)-Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2017 kepada instansi vertikal dan SKPD Pemprov. Lampung Jumat (15/12/2016) di Balai Kratun.

Dalam arahannya Gubernur Lampung mengatakan bahwa Penyerahan DIPA 2017 merupakan awal dari proses pelaksanaan UU Nomor 18 Tahun 2016 tentang APBN 2017. DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar pengeluaran negara dan pencarian dana atas beban APBN, sekaligus menjadi dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah.

“Dalam APBN tahun 2017,pagu belanja satuan kerja kementria/negara lingkup Provinsi Lampung dialokasikan sekitar Rp7,97 triliun. Sementara itu, DIPA dana transfer ke daerah dan dana desa Provinsi Lampung dan kabupaten/kota sebesar Rp21,77 triliun,”ungkap Ridho.

Ridho mengatakan, Alokasi belanja satuan kerja kementrian/lembaga difokuskan untuk mendanai program prioritas pembangunan terutama infrastruktur dan konektifitas, peningkatan kualitas dan efektifitas program perlindungan sosial atau kartu indonesia pinta, kartu indonesia sehat,dan program kelurga harapan serta memperkuat pertahanan dan keamanan untuk mendukung stabilitas. Termasuk dalam prioritas adalah pemenuhan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dan anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari belanja negara, yang harus dikelola secara efisien dan efektif, dengan target yang tepat.

“Sementara itu, besarnya anggaran transfer ke daerah dan dana desa tahun 2017 menunjukan komitnen terhadap pelaksanaan desentralisasi dan keberpihakan pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran sesuai semengat nawa cita. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus menggunakan anggaran tersebut dengan patut dan tepat,”katanya.

Terhadap pelaksanaan APBN tahun 2017, Gubernur memberikan arahan agar nembangun sinergi antara program pemerintahan pusat, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota nelalui forum koordinasi dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di setiap tingakat kelembangaan

Gubernur juga menberikan arahan untuk menindaklanjuti nawacita yang diprioritaskan pada kemaritiman, kedualatan energi, kedaulatan pangan, industri, dan pariwisata. Kelima prioritas pembangunan tersebut sangat sesuai untuk kita tindaklajuti di Provinsi Lampung, karena sumber daya alam yang sangat pontesial untuk dikembangkan seperti potensi kelautan, panas bumi, peningkatan produsi pangan, pengembangan industri pangan dan perkebunan, setra potensi pengembangan industri bàhari dan budaya untuk pengembangan wisata

Selain itu, Gubernur juga meminta agar program-program pembanguanan di Provinsi Lampung tahun 2017 dilaksanakan secara efektif, sehinga beberapa hal perlu mendapat perhatian yaitu, satu untuk mempercepat proses penetapan pejabat pengelola keuangan, dan pengelola kegiatan,sehingga dapat langsung bekerja sesuai dokumen pengangaran yang sudah disahkan.

Kedua untuk meningkatkan kualitas belanja dengan memastikan alokasi anggaran benar benar dimamfaat kan untuk program dan Kegiatan yang memiliki nilai tambah yang besar bagi masyarakat. Ketiga percepatan dalam pelaksanaan program baik oleh pihak ketiga maupun yang diaksanakan secara swakelola, sehingga tidak terjadi penumpukan penyerapan anggaran.

“Keempat untuk melaporkan progres pelaksanaan kegiatan agar dilaporkan secara rutin termasuk jika terhadap masalah dalam pelaksanaannya dan kelima efisiensi perlu dilakukan terhadap belanja oprasional untuk memberikan porsi yang lebih besar kepada belanja yang lebih produktif, seperti belanja modal dan infrastruktur agar kesenjangan ekonomi antara daerah dapat dikurangi,”ujar Gubenur Ridho.

Selain itu juga Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung Sahat M.T Pangabean mewakili Menteri Keuangan menyerahkan Piagam Penghargaan atas Opini WTP LKPD Tahun 2015. Yang selama lima tahun berturut-turut menerima opini WTP. adalah Pemprov Lampung, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Way Kanan, Kota Metro, Lampung Utara, Tangamus, Lampung Barat, Mesuji, Bandar Lampung dan Pringsewu. (Rita)