Gubernur Ridho Dorong Peningkatan Hasil Perikanan Rajungan

0
38

Bandar Lampung (Duta Lampung online) – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menerima audiensi Komite Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (KPPRB) Pesisir Timur Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Gubernur, Senin (27/8/2018).

Dalam audiensi itu, hadir Noah Greenberg, direktur Starling Resources, Emilia Litsinger pimpinan Eniviromental Defense Fund (EDP) Indonesia/Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) dan Perwakilan YBUL M. Kahazali Harahap.

Menurut Gubernur, Pemprov Lampung terus mengupayakan program pengembangan rajungan agar memiliki multiplier effect bagi masyarakat. Program pengelolaan dan pengembangan yang terintegritas melibatkan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup rakyat terutama nelayan.

“Dengan mengutamakan program padat karya, sebanyak mungkin melibatkan nelayan, jangan sampai penggunaan teknologi malah menghilangkan kesempatan bagi masyarakat terutama nelayan untuk bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Gubernur.

Ridho berharap Tim Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan Provinsi Lampung (IPPRB) yang dibentuk, didukung oleh berbagai pemangku kepentingan di antaranya pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perwakilan nelayan, pembina, miniplant dan UPI, akademisi, dan organisasi masyarakat dapat berjalan baik.

Gubernur juga mendorong implementasi dari rencana aksi pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan pesisir timur Lampung. Termasuk pula mempersiapkan kerangka kelembagaan pengelola perikanan rajungan Lampung.

“Kita menjaga sustainability (keberlanjutan) pengelolaan perikanan rajungan. Ini harus segera diimplementasikan. Kita harus membuat proses pengolahan perikanan rajungan dari hulu hingga ke hilir diolah di Lampung pada sentra industri pengolahan rajungan Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sementara, Kahazali Harahap memaparkan potensi rajungan yang cukup besar di Provinsi Lampung. “Saat ini lebih dari 4.000 nelayan rajungan, 40 Miniplat (UMKM), 5 unit pengelolan ikan (UPI) dengan tenaga kerja masing – masing lebi dari 1.000 orang,” papar M. Khazali.

Selain itu, nilai ekspor rajungan Lampung senilai 500 milyar pada 2017. Dengan nilai tersebut Lampung berkontribusi pada sekitar 12 persen dari Produksi perikanan rajungan nasional. (Rls)