Gubernur Ridho dan Jajaran Terus Tekan Angka Kemiskinan Setiap Tahun

0
112
Foto Doc Duta Lampung.
BANDARLAMPUNG, DLO – Badan Perencanaan Pemerintah Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, meyakini, angka kemiskinan di provinsi berlambang Siger ini setiap tahunnya dapat di pangkas. Pasalnya, provinsi dibawah kepemimpinan Gubernur M Ridho Ficardo ini, sudah lebih baik daripada Sumatera Selatan.
Kepala Bappeda Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan, Provinsi Sumatera Selatan angka kemisikinannya mencapai 13,6 persen, sedangkan Lampung 13,8 persen. “Angka tersebut setiap tahunnya menurun. Saat ini kita masih harus bersaing dengan Sumatera Utara yang presentasenya hanya 10 persen,” ujar Taufik, Minggu (12/3).
Dirinya menjelaskan, selain daripada yang disebutkan tadi, Lampung yang sektor pariwisatanya merangkak naik ini, angka kemiskinannya juga lebih baik dari Provinsi Bengkulu dan Provinsi Aceh yang menyentuh angka 16 persen. “Artinya kita terus berupaya agar Lampung bisa di posisi pertama yang masyarakat menengah kebawah-nya bisa teratasi,” tukasnya.
Melalui program-program yang sudah dicanangkan atau yang saat ini telah berjalan, pihaknya mengaku optimis dalam jangla waktu 3 atau 5 tahun, angka kemiskinan di Lampung bisa di bawah 10 persen. “Banyak program, salah satunya program desa tertinggal. Nah ini kami sudah memegang datanya. Artinya akan lebih mudah menyentuh masyarakat secara langsung,” kata Taufik.
Terpisah, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung, di tahun 2017 ini, terus menggencarkan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam rangka menurunkan angka kemiskinan yang ada di Provinsi berlambang Siger ini.
Kepala Dinsos Lampung, Sumarju Saeni, menjelaskan, berdasarkan verifikasi yang dilakukan pada tahun 2016, di daerah perdesaan telah diprogramkan sebanyak 80 KUBE. Masing-masing KUBE beranggotakan 10 Keluarga. Adapun alokasi program KUBE Perdesaan yakni Kabupaten Pesisir Barat 27 KUBE, Kabupaten Lampung Utara 26 KUBE dan Kabupaten Lampung Timur 27 KUBE.
Sedangkan wilayah perkotaan sebanyak 50 KUBE, yakni Kota Metro 30 KUBE dan Kabupaten Lampung Barat sebanyak 20 KUBE. “Masing-masing KUBE dibantu modal usaha secara cash/tranfer melalui rekening bank sebanyak Rp20 juta, yang sumber dana berasal dari Dana Dekon Kemensos RI,” jelas Sumarju.
Melalui pendekatan KUBE ini, Sumarju berharap, kelompok sasaran mampu menggali dan memanfaatkan sumber daya alam, sosial, ekonomi, sumber daya manusia dan sumber lingkungan serta sumber-sumber lainnya yang ada di sekitarnya untuk kepentingan pengembangan potensi yang dimiliki.
“Dengan pola seperti ini, mereka akan mudah mengintegrasikan sumber-sumber daya di desa/kelurahannya ke dalam kepentingan-kepentingan kelompok.  Kelompok mempunyai wewenang untuk mengelola, mengembangkan, mengevaluasi dan menikmati hasil-hasilnya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, prioritas program Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Berkaitan dengan hal tersebut maka berbagai program prioritas yang telah atau sedang berjalan dilaksanakan semata-mata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Lampung. Seperti, program-program seperti insfrastruktur dibidang perhubungan, pengairan dan energi.
Disamping itu dibidang kesehatan, pendidikan formal maupun non formal diupayakan bertaraf internasional. Program dibidang pertanian telah menjadikan Lampung menjadi daerah penyangga pangan nasional, demikian juga destinasi wisata diperkuat dengan fasilitas jalan dan kenyamanan yang memadai, serta banyak lainnya.
Dibidang Kesejahteraan Sosial, Gubernur Lampung mengharapkan, agar penanganan masalah sosial dilaksanakan secara terpadu, berkelanjutan dan akuntabel. Sehingga permasalahan kesejahteraan sosial dapat segera berkurang populasinya.
Berdasarkan data BPS Lampung, selama periode Maret hingga September 2016, baik perkotaan maupun perdesaan mengalami penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin. Di daerah perkotaan berkurang sekitar 5,95 ribu jiwa (3,55 persen), sementara di daerah perdesaan berkurang sekitar 23,87 ribu jiwa (2,88 persen).
Sumber : Fajar Sumatra.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here