Gubernur Lampung Dorong Pembangunan Rel Ganda Guna Memisahkan Kereta Penumpang Dan Kereta Barang

0
105
Pemprov Lampung Dorong Pembangunan Rel Ganda Guna Memisahkan Kereta Penumpang Dan Kereta Barang (Foto Istimewa)

Bandarlampung (DLO) – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pembangunan rel ganda (double track railway) untuk memisahkan kereta penumpang dan kereta barang atau industri.

“Upaya tersebut diharapkan mengurai kemacetan serta mengatasi polusi udara, khususnya di wilayah Kota Bandarlampung,” kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo ketika menerima audiensi PT Kereta Api Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Komersial PT KAI Muhammad Kuncoro Wibowo dan Direktur Operasi PT KAI Slamet Suseno di Bandarlampung, Kamis (6/4).

Ia mengatakan bahwa kereta barang pengangkut batu bara harus memiliki jalur khusus di luar lintasan kota Bandarlampung. Sehingga, kepentingan industri sebagai pengerak roda ekonomi Provinsi Lampung tetap berjalan dengan baik namun tidak mengganggu kepentingan umum lainnya.

Selain rel ganda lanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung dan PT KAI juga sedang mengkaji dan menyusun DED mengenai elevated track atau jalur kereta dengan lintasan ketinggian.

Rel ganda, nantinya terhubung dari Stasiun Tanjung Karang, Bandarlampung menuju Stasiun Natar, Lampung Selatan. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa menuju kampus Unila, UBL, Umitra, Teknokrat, Darmajaya, serta masyarakat yang akan melakukan penerbangan menuju Bandara Raden Intan II.

“Jadi Lampung setidaknya ke depan seperti Bandara Kualanamu Medan, yakni adanya jalan tol dilengkapi dengan jalur kereta api yang terhubung dengan bandara serta pelabuhan laut. Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, dengan lancarnya jalur transportasi darat, dan laut udara,” ujar Gubernur.

Direktur Operasi PT. KAI Slamet Suseno menyampaikan perlunya dukungan dari pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat terhadap beberapa rencana pembangunan jalur kereta api di Provinsi Lampung.

“PT KAI sependapat dengan Gubernur Lampung perlunya pemisahan jalur kereta barang dan kereta penumpang. Jika hal tersebut terwujud maka semua mode transportasi akan terhubung menuju Bandara Raden Intan II, Pelabuhan Panjang dan Tarahan dan pelabuhan daratan. Saat ini PT KAI sedang menyusun DED pembangunan pelabuhan darat di Tanjung Raja Kabupaten Waykanan,” terangnya.

Direktur Komersial PT KAI Pusat Muhammad Kuncoro Wibowo mengatakan pihaknya akan mengirimkan kereta kesehatan untuk Provinsi Lampung diakhir April 2017 guna membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan di seputaran jalur kereta api.

“PT KAI juga akan membantu satu unit kendaraan operasional melalui program CSR,” tambahnya. (*)

Sumber : ANTARA Lampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here