Gubernur dan Bupati Waykanan Letakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes

0
228
Acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponses) dan pendidikan islam terpadu, di Yayasan AL- Hikmah Istiqomah Buya Bahuga, Kabupaten Waykanan,yang dihadiri Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo. Minggu (5/2/2017). (Foto: Hms)

WAYKANAN (DLO) – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren (Ponses) dan pendidikan islam terpadu, di Yayasan AL- Hikmah Istiqomah Buya Bahuga, Kabupaten Waykanan, Minggu (5/2/2017).

Acara yang dipimpin langsung Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya, dalam pembukaan acara iya menyampaikan atas nama Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Lampung yang menyempatkan hadir memenuhi undangan dan juga meletakan batu pertama pembangunan Yayasan Al-Hikmah Istiqomah.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Way Kanan mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Gubernur yang menyempatkan hadir di acara kami, ini suatu kehormatan bagi kami dimana kami bisa bertatap muka secara langsung dengan bapak Gubernur ”, Ujarnya.

Acara yang juga di hadiri oleh Wakil Bupati Waykanan, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Karo Kemendagri, Staf Ahli Kemendagri Bidang pemerintahan Suahjar Diantoro Ketua MUI Way Kanan, Pejabat Struktural Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Anggota Forkompimda Kab. Way Kanan, serta Camat serta Uspika Kecamatan se-Waykanan.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan, pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara historis, pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat. Bahkan, pesantren mampu meningkatkan perannya secara mandiri dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat di sekelilingnya.

“Menjadi kewajiban bersama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakat semata-mata, tetapi menjadi tanggung jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren. Pesantren yang telah memiliki nilai historis dalam membina dan mengembangkan masyarakat, kualitasnya harus terus didorong dan dikembangkan. Proses pembangunan manusia yang dilakukan pesantren tidak bisa dipisahkan dari proses pembangunan manusia yang tengah diupayakan oleh pemerintah “, tuturnya.

Proses pengembangan dunia pesantren, sambungnya, yang selain menjadi tanggung jawab internal pesantren, juga harus didukung oleh perhatian yang serius dari proses pembangunan pemerintah. Meningkatkan dan mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih dalam kondisi yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna.

Bupati Way Kanan juga mengatakan Pesantren pada umumnya bersifat mandiri, tidak tergantung kepada pemerintah atau kekuasaan yang ada. Karena sifat mandirinya itu, pesantren bisa memegang teguh kemurniannya sebagai lembaga pendidikan Islam. Karena itu, pesantren tidak mudah disusupi oleh ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Pendidikan pondok pesantren yang merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional memiliki 3 unsur utama yaitu: 1) Kyai sebagai pendidik sekaligus pemilik pondok dan para santri; 2) Kurikulum pondok pesantren; dan 3) Sarana peribadatan dan pendidikan, seperti masjid, rumah kyai, dan pondok, serta sebagian madrasah dan bengkel-bengkel kerja keterampilan. Kegiatannya terangkum dalam “Tri Dharma Pondok pesantren” yaitu: 1) Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT; 2) Pengembangan keilmuan yang bermanfaat; dan 3) Pengabdian kepada agama, masyarakat, dan negara.

Bupati juga mengatakan perkembangan pendidikan berbasis pondok pesantren di Way Kanan, Sepertinya sudah mengalami banyak kemajuan yang bisa dibanggakan. Sampai saat ini Kabupaten Way Kanan memiliki 48 jumlah pondok pesantren yang tersebar di 14 kecamatan. Dan akan dibangunnya Pondok Pesantren dan Pendidikan Islam terpadu Yayasan Al-Hikmah Buay Bahuga ini berarti akan bertambah lagi tempat genarasi muda di Kabupaten Way Kanan menempuh pendidikan berbasis Islam.

“saya ucapkan terimakasih kepada pihak yayasan yang telah berkenan akan mendirikan pondok pesantren di daerah ini”, terangnya. (Maria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here