Gerakan Kreatif Gusdurian Ajarkan Pesantren Mandiri

0
256
Aktivis FKH, Gusdurian dan Pemula Way Kanan menanam pohon Sedekah Oksigen
Way Kanan (Dutalampung Online)– “Sedekah Oksigen” adalah gerakan bagus, sehingga patut dilakukan kontinu sehubungan sangat membantu pesantren. Demikian pernyataan Umi Muniroh, istri Kiai Imam Sayuthi Murtadlo, pengasuh Pesantren Assiddiqiyah 11, Labuhan Jaya, Gunung Labuhan, Way Kanan, Lampung, di Blambangan Umpu, Senin (27/6).
“Gerakan tersebut kreatif dan bagus sekali, pesantren menjadi terbantu karena didorong untuk mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain. Sangat pantas jika gerakan ini berlanjut ke pesantren lain,” paparnya.
“Sedekah Oksigen” adalah gerakan menanam pohon buah bernilai ekonomi di pesantren. Selain mendorong pesantren mandiri, juga dimaksudkan sebagai perlawanan terhadap perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia. Gerakan didukung The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia wilayah Lampung.
“Manusia hidup itu perlu oksigen, gerakan ini sangat tepat dan bagus sekali. Selain melestarikan alam juga menolong manusia  untuk tetap hidup dan juga membantu pondok pesantren untuk mandiri,” ujar Ardiyahsyah.
Apresiasi positif juga disampaikan Al Qais. “Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Gusdurian dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) PC GP Ansor Way Kanan. Sedekah yang biasanya berupa finansial, diganti dengan pohon yang bisa tumbuh dan menghasilkan buah mempunyai nilai ekonomi,” kata Qais.
Penanaman pertama “Sedekah Oksigen” berlangsung Ahad (26/6) di Pesantren Assiddiqiyah 11. Selain santri dan wali santri dari berbagai kabupaten/kota di Lampung, relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Forum Komunitas Hijau (FKH) dan juga Pemuda Peduli Lingkungan dan Alam (Pemula) Way Kanan juga antusias berpartisipasi menanam mangga Thailand dan nangka dak (persilangan nangka dan cempedak).
“Terima kasih telah diajak berpartisipasi dalam gerakan baik ini. Kami senang sekali, semoga lain waktu bisa berpartisipasi lagi dalam gerakan baik seperti ini,” ujar relawan PMI Way Kanan, Lusy Bela Annisa. (Rls).