FPPL Kecamatan Labuhan Ratu Pasang Banner Larangan Meracuni, Setrum,Dan Mengebom Ikan

0
198

Lampung Timur (Duta Lampung Online) – 23/5/2022 Rusaknya ekosistem lingkungan hidup, khususnya sungai dan danau, akibat ulah manusia dan limbah pabrik, sehingga mengakibatkan mulai berkurangnya ikan yang ada di sungai dan danau .

Dengan demikian para pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Pecinta Lingkungan (FPPL) di desa adat Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur mulai menyadari pentingnya cinta terhadap lingkungan hidup.

Nuryamin salah satu tokoh pemuda Labuhan Ratu yang menakhodai FPPL didampingi sekretaris beni juliansyah mengatakan, “awal terbentuknya forum pemuda pecinta lingkungan ini kami para pemuda Labuhan Ratu berkumpul dan membahas tentang berkurangnya ikan di sungai-sungai dan danau. Khususnya sungai di Kecamatan Labuhan Ratu, akibat banyaknya orang mencari ikan dengan cara setrum, meracuni ikan, bahkan ada yang mengebom ikan di tahun tahun lalu,sehingga saat sekarang ini ikan yang ada di sungai sungai mulai berkurang,bahkan kami khawatirkan ikan akan habis.

“Untuk itu kami berinisiatif untuk mendirikan suatu forum bersama yang kami beri nama forum pemuda pecinta lingkungan,yang kegiatan kedepannya kami sepakati untuk mengeluarkan himbauan dan larangan bagi masyarakat,kecamatan labuhan ratu khususnya dan masyarakat indonesia umumnya untuk tidak mencari ikan dengan cara cara yang salah,semisal meracun ikan,setrum ikan,dan mengebom ikan”. Jelas Nuryamin

Nuryamin mengatakan bahwa “FPPL sudah berkoordinasi dengan Forkopimcam setempat dan mendapat dukungan penuh dari bapak Kapolsek, bapak camat, dan tokoh adat, agama, tokoh pemuda di kecamatan Labuhan Ratu untuk membuat banner larangan meracun ikan, kemudian berusaha mencari dan menebar benih ikan, dan menanam pohon di pinggiran sungai, di kecamatan Labuhan Ratu khususnya

“Adapun sumber dana sementara ini kami masih swadaya, antar pemuda dan tokoh masyarakat, dan adat, kalau tidak kita siapa yang akan mencintai lingkungan, kalau tidak sekarang kapan lagi,apa bila masih ada yang melakukan tindakan yang melanggar hukum berupa meracun, setrum dan bom ikan, selain sangsi pidana, akan di wajibkan menebar benih dan bibit ikan kembali di aliran sungai juga bisa terkena sangsi denda adat” pungkasnya.

Dalam waktu yang sama camat Labuhan Ratu Defri Irwansyah S.Sos, ketika di konfirmasi oleh awak media Duta Pena Lampung/Pena Berlian, dalam cuplikan wawancara beliau mengatakan “Yang pasti lingkungan itu adalah tanggung jawab kita bersama, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat juga bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan, untuk melindungi lingkungan, untuk memulihkan lingkungan di butuhkan semua energi”

Di bentuknya Forum Pemuda Pecinta Lingkungan ini saya sangat diapresiasi, terlebih kemaren sudah ada kegiatan kegiatan, himbauan untuk tidak meracuni wilayah sungai, baik itu dengan racun maupun dengan setrum, sehingga wilayah kita ini, sungai kita ini kita idam-idamkan banyak, ikan-ikan disana, airnya pun bagus bisa di manfaatkan, selain untuk hiburan memancing,dan juga bisa di jadikan sumber makanan yang baik.

Nuryamin merasa bersyukur, dan sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait salah satunya dengan TNWK (Taman Nasional Way Kambas), bahwa sudah disampaikan untuk harmonisasi antara masyarakat dan Taman Nasional Way Kambas guna menciptakan kegiatan-kegiatan yang mendukung kegiatan masyarakat itu sendiri, FPPL ciptakan “Gula di luar” dalam arti kita sebar bibit atau benih ikan, sehingga masyarakat yang gemarĀ  memancing tidak lagi mancing di kawasan TNWK cukup mancing di sungai saja.

“Untuk kegiatan kedepan kita akan sosialisasi,kepada seluruh masyarakat dan kita buat kesepakatan, sementara ini empat desa yaitu,desa labuhan ratu induk,desa raja basa lama, desa labuhan ratu enam, dan desa labuhan ratu tujuh, untuk menjaga wilayah perairan sungai yang di lalui di desa masing-masing”

Lebih lanjut dikatakannya “Harapan saya semua desa di Labuhan Ratu ini sepemahaman, sepakat bersama. Ayo kita saling menjaga lingkungan” ujarnyasaat yang berbeda,di temui di kantornya Mapolse.(Taufan)