Festival Teluk Stabas Ke-V resmi dibuka

Pesisir Barat-(Dutalampung) – Pembukaan Festival Teluk Stabas Ke-V Tahun 2018 Dalam Rangka Mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten pesisit barat Ke-V Di Awali Dengan Parade Budaya Yang Di Pusatkan Di Pantai Labuhan Jukung Krui, Pesisir Tengah,Senin (16/4), Berlangsung Ramai dan Meriah.

Festival Teluk Stabas merupakan kegiatan tahunan yang di laksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Melalui Dinas Pariwisata setempat. Kegiatan festival Stabas sendiri berlangsung mulai 16-23 April dan di ikuti oleh perwakilan seluruh Kecamatan dan Pekon (Desa) yang ada di Kabupaten Pesisir Barat, yang di mulai dari Kantor Pemkab dan Menuju Ke Pantai Labuhan Jukung yang mana sebagai pusat dilaksanakan berbagai kegiatan Lomba.

Pembukaan Festival Teluk Stabas Ke-V resmi dibuka dengan di tandai Pemukulan Gong serta pelepasan Burung Merpati secara bersama oleh Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Agus Istiqlal, beserta Perwakilan Kementerian Pariwisata Indonesia, kementrian Desa (Kemendes) , wakil Bupati Pesisir Barat, Kapolres Lampung Barat, Dandim 0422, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, dan Kepala Satuan OPD Kabupaten Pesisir Barat.

Bupati kabupaten pesisir barat dalam sambutanya menyampaikan, Bahwa acara yang pertama di gelar untuk memeriahkan Festival Teluk stabas dilaksanakan yaitu kegiatan Bebay Ngantak Uyan Sasuduk, dan Bebay Nyelimpok Ngelamay yang di ikuti lebih dari 1200 orang peserta dan berhasil memecahkan rekor dunia, yaitu meraih Musium Rekor Indonesia (MURI) tahun 2018 dengan jumlah peserta terbanyak, Ujarnya.

Semetara di tempat terpisah, kepala dinas pariwisata, Audi Marpi, mengatakan bahwa Kegiatan lainnya yang akan di gelar untuk mengisi acara Festival Teluk Stabas yaitu, Lomba Nyulam Tapis, Tari Adat Lampung, Tari Kreasi Lampung, ngukokh Kelapa, Gunduh Damar, Lagu Lampung, Kuliner Pesisir Barat, Burung Berkicau, Video Wisata dan Lomba mawalan.

“Berbagai Rangkaian Kegiatan Festival Teluk Stabas Ke-V, merupakan salah satu adat dan budaya Lampung Pesisir Barat yang harus dijaga dan dilestarikan, sekaligus sebagai ajang memperkenalkan Adat Istiadat serta kearifan lokal yang kepada pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga dapat menarik minat pengunjung selain dari wisata alama dan pantai yang ada di kabupaten Pesisir Barat yang kita cintai ini,” Pungkasnya.(Win)


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *