DIduga Tidak Sesuai RAB, Proyek Pelebaran Jembatan di Metro Ambrol

0
329
DIduga Tidak Sesuai RAB, Proyek Pelebaran Jembatan di Metro Ambrol (Foto Istimewa).

METRO – Sejumlah elemen masyarakat di Kota Metro mengkritisi rendahnya kualitas dan mutu penambahan lebar jembatan yang ambrol beberapa waktu lalu, proyek jembatan irigasi itu terletak di Jl. Jendral Suprapto perbatasan antara Kelurahan Margorejo dengan Sumbersari Bantul,  Kecamatan Metro Selatan.

Diketahui pembangunan jembatan tersebut sesuai rencana angaran pelaksanaan (RAP) dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.896.400.000,00. yang bersumber dari Angaran Pendapatan Belajara Daearah (APBD) tahun 2016. Sayangnya, diduga akibat kontruksi pembangunan tidak sesuai perencanaan tiba-tiba amrol dan material menutupi saluran air irigasi di bawah.
Hendrik, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Metro mengatakan, ambrolnya pelebaran jembatan itu diakibatkan dari faktor alam, dan juga diakibatkan salah satu bagian sisi jembatan pada saat pembangunan diduga tidak mengikuti SOP (stndar oprasional prosedur). Soalnya, pada bagian penahan jembatan kemungkinan terlalu sedikitnya tiang penyangga jembatan.
“Iya saat dilakukan pengecoran bahan matrial dengan beban yang berat tidak kuat menompang. Karna dibawah saluran irigasi debit air cukup kencang yang mengakibatkan ambol. Apapun alasanya rekanan harus bertangjuawab memperbaiki,” cetusnya kepada Radar Metro, dilansir dari Radar Metro, kamis (15/12/2016).
Lebih lanjut, Hendrik menegaskan bahwa  ambruknya salah satu sisi bagian jembatan di Kelurahan Sumbersari Bantul itu diduga tidak sesuai dengan RAB serta lemahnya pengawasan dari pihak dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PU) Kota Metro dan konsultan proyek tersebut.
Pemerintah Kota Metro dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Metro jangan hanya diam, harus segera menyikapi hal ini. “Saya berharap agar pihak yang berkopeten dapat turun langsung ke lapangan agar tahu apa penyebab ambruknya sisi jembatan, sehingga di kemudian hari tidak ada korban jiwa atas penyebab dari jembatan yang dibuat oleh kontraktor,”ungkap Hendrik.
Sementara, salah seorang pekerja yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, penambahan lebar jembatan yang baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan lamanya itu ambruk sekitar lima hari yang lalu. “Kalau bangunan jembatannya sudah selesai  kurang lebih satu bulan, tapi kalau ambrolnya jembatan sekitar empat atau lima hari yang lalu,” terangnya.(RM)