Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru Madrasah, Korban Alami Depresi

0
21

Pati,  (Duta Lampung Online) – Dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur, sebut saja Bunga (12th) dialami siswi Madrasah Ibtida’iah (MI) YPI Tarbiatus Sibyan, Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, Kab. Pati hingga keadaan Bunga mengalami goncangan secara psikis dan trauma berat, Jumat,(03/06/22).

Kejadian berawal dihari Jum’at,(20/05/22) ketika Bunga dan teman sekelasnya di tugaskan oleh wali kelas untuk menyetorkan hasil tugasnya ke sekolahan. kebetulan Jum’at sekolahan tersebut libur untuk siswa lainnya, usai menyerahkan tugas siswa kelas VI MI kepada wali kelas inisial ZN, kemudian para siswa pulang ke rumah masing masing.

Kronologi secara spontan wali kelas ZN tersebut memanggil secara pribadi kepada Bunga kemudian mengajak Bunga keruangan kantor sekolah, setelah berada di ruang kantor kemudian Bunga disuruh duduk oleh ZN. Sembari beralasan menasehati Bunga, ZN sempat menciumi Bunga, menjamah organ intim, dan sempat menyingkap pakaian bawah Bunga.

Hal ini tidak langsung di ketahui oleh orang tua Bunga. Berawal dari kecurigaan hingga sore hari belum pulang, Bunga yang biasanya pulang sekolah langsung menuju rumah dengan perasaan takut sehingga Bunga bersembunyi di salah satu temannya. Sementara orang tua merasa tak seperti biasanya dan merasa janggal atau aneh. Orangtua mencari keberadaan Bunga dan ditemukan di rumah kawannya satu kelas.

Usai ditemukan, Bunga hendak diajak pulang oleh orang tuanya dalam keadaan menangis dan merasa ketakutan. Orang tua Bunga merasa ada yang aneh terhadap anaknya itu dan menanyakan kejadian apa yang di alami oleh Bunga sehingga terlihat seperti itu. Bunga pun menceritakan kejadian yang di alaminya dengan menangis dan ketakutan.

Menurut informasi yang dihimpun oleh awak media, hal ini sudah ditanggapi oleh kepala sekolah tersebut dan sudah pernah di panggil secara langsung ZN oleh pihak sekolahan. ZN sementara di non aktifkan oleh pihak sekolahan selama satu semester.

Kemungkinan perkara akan berlanjut di tingkat tuntutan hukum dengan adanya kejadian yang tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum guru berinisial ZN, dengan harapan hal ini tidak terjadi kepada siswa lainnya.

Hingga berita ini terbit, Kemenag Pati belum dapat dimintai tanggapan oleh awak media terkait perkara dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru MI YPI. Tarbiyatus Siban, termasuk pihak dari Komisi Perlindungan Orangtua dan Anak belum mengetahui atas kejadian tersebut, dan kembali akan di beritakan media dengan mengkonfirmasi kepada pihak terkait untuk mengulas informasi tepat dan akurat. (RD/SH)