DPRD Tuba Akan Tindaklanjuti Laporan Warga Terkait RS Mutiara Bunda

0
150

TULANG BAWANG (DLO)-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi IV Tulang Bawang menerima perwakilan masyarakat Kampung Tunggal, DPRD Tuba sangat merespon keluhan warga terkait pelayanan Rumah Sakit (RS) Mutiara Bunda, yang dinilai buruk.

Perwakilan warga Kampung Tunggal diterima langsung oleh, Anggota  Komisi IV DPRD setempat. Adapun perwakilan dari masyarakat yang diterima diantara nya yakni, Takat supri yanto, kuswanto, sodang Raja Gukguk, Mika Santoso ndan Hariyanto.

Anggota Komisi IV, Sondang Menggatakan, akan melakukan rapat terlebih dahulu, dan seceoatnya akan memagil pimpinan rumah sakit Mutiara Bunda. Pihak DPRD setempat juga mengatakan akan secepat nya turun langsung untuk menindak lanjuti dugaan laporan masyarakat terkait rumah sakit Mutiara Bunda.

Anggota DPRD Komisi IV juga  mengucapkan terima kasih atas laporan dari warga, mereka memberikan apreseasi terhadap warga dan salut degan perwakilan masyarakat Tunggal Warga yakni, Dedi Darmawan bersama empat orang  Masyarakat yang berani datang untuk menyampaikan aspirasi  tersebut kepada DPRD Tuba  secara langsung.

“Nantinya kami akan kita tindaklanjuti aspirasi tersebut. Pasti kita tindaklanjuti,” tegasnya salah satu anggota DPRD setempat.

Terkait kebijakan RS, Sondang menyebut, harusnya RS memikirkan juga keberadaan warga yang ada di sekitar RS.

“Tidak boleh juga semata-mata RS berfikir komersil semata, namun juga harus memikirkan masyarakat sekitar. Nanti kita cek izin operasionalnya, termasuk CSR perusahaan tersebut, apakah sudah berjalan sesuai prosedur atau tidak,” paparnya.

Terkait sanksi, Komisi IV belum berani menyebut. “Kita pelajari dulu baru tentukan langkah lebih lanjut,”katanya.

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulang Bawang kecewa terhadap pelayanan dan kebijakan Rumah Sakit (RS) Mutiara Bunda yang berada di kampung setempat.

Selain telah mengajukan protes, mereka telah mengumpulkan mengumpulkan 38 tanda tangan warga sebagai bentuk protes mereka terhadap RS ini.

Dedi salah satu warga Kampung Tunggal Warga sebagai perwakilan warga kampung setempat menyebut, RS Mutiara Bunda tidak peduli terhadap perkembangan kesehatan warga Kampung Tunggal Warga.

“Lah RS Mutiara Bunda ini berdiri di Kampung Tunggal Warga. Tapi tidak ada kebijakan sedikitpun kepada masyarakat di sekitar lingkungan RS. Atas nama warga kami sangat kecewa,” kata Dedi kepada media Rabu(10/05/2017).

Bentuk protes puluhan warga juga mendapat dukungan dari RK, Kepala Kampung Tunggal Warga dan pihak kecamatan Banjaragung.

“Dasar  warga menuntut rumah sakit tersebut dikarnakan tidak adanya kebijakan dari rumahsakit terkait apa bila ada warga lingkungan yang sakit,” paparnya lagi.

Menurut beberapa warga yang pernah di rawat di rumah sakit tersebut, lanjut Dedi,  tidak ada ya kebijaksanaan dari rumah sakit tersebut saat lingkungan berobat dan dokter terkesan tidak profesional dalam menerangkan  penyakit yang diderita si pasien (salah diagnosa).

“Pernah ada warga dekat rumah sakit pernah dikatakan divonis operasi tetapi saat di rujuk rumah sakit imanuel teryata tidak perlu dioperasi. Itu salah satu contoh kecil disamping contoh yang lain,” ungkapnya.

Dia juga mencontohkan kebijaksanaan rumah sakit yang sering mengecewakan warga setempat karena kurang bila dalam menangani pasien BPJS, sangat berbeda saat menangani pasien umum.

“Kami juga mempertanyakan mana kesejahteraan kesehatan untuk lingkungan? mana CSR RS untuk warga sekitar. Saya di sini memperjuangkan aspirasi lingkungan,” tegas Dedi.

“Kami juga berharap ke pada pemerintah untuk membantu kami agar empat poin yang tercantum  dalam tuntutan kami dapat direalisasikan  dari rumah sakit mutiara bunda sesuai  data rekaman pelaporan masyarakat,” imbuhnya. (Red).