DPRD Provinsi Lampung Sosialisasi Perda Tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

0
9

Lampung Tengah – Sekretariat DPRD Provinsi Lampung mengadakan kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019. Hadir sebagai pembicara Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, SH, MH.

Sosialisasi yang digelar di Aula Kelurahan Bandar Jaya Barat, Rabu (11/05/2022) juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tengah Lambok Nainggolan, SH, Lurah Bandar Jaya Barat Pebri Eka Yanti, S,IP, para Ketua RT dan Kepala Lingkungan se-Kelurahan Bandar Jaya Barat, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kepada awak media, Ketua DPRD Provinsi Lampung mengatakan wabah Covid-19 sampai hari ini masih terjadi. Tidak hanya di Provinsi Lampung, tetapi juga terjadi di provinsi lain.

“Kita tidak boleh lengah, meskipun kita sadari tingkat penyebarannya cukup terkendali,” ujarnya.

Menurut Mingrum Gumay, disejumlah daerah masih terjadi kasus Covid-19. Maka itu protokol kesehatan dalam segala aktifitas harus tetap dilaksanakan. Aktifitas apapun harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ditanya apakah ada sanksi bagi para pelanggar, Mingrum Gumay menjawab bahwa peraturan lebih bersifat humanis dan edukasi. Sanksi lebih ditekankan kepada sanksi moralitas.

Mingrum Gumay menghimbau kepada masyarakat, setiap aktiftas sosial dan keagamaan termasuk kegiatan olah raga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karen virus corona ini masih ada disekitar kita.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah Lambok Nainggolan mengatakan masyarakat memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan wabah virus Covid-19. Hal ini harus dipahami, karena ada pertimbangan-pertimbang lain.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk meyakinkan masyarakat bahwa covid-19 ini benar-benar ada. Bahkan sebelumnya sudah banyak korban,” tandas Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dia melanjutkan, kita harus tegas dan jelas agar masyarakat tetap waspada. Meskipun saat ini situasi sudah berangsung-angsur membaik, tapi kita harus menyampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada.

“Kita tidak tahu nanti ada varian baru lagi. Virus ini bisa berevolusi menjadi varian baru. Kita harus sampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada, menjaga kemungkinan-kemungkinan adanya varian baru,” tegas Lambok.