DPC AWPI Pringsewu Kawal Kasus Perusakan Rumah Khattab Sampai Tuntas

0
94
( foto istimewa)

Pringsewu(DLO)-DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Pringsewu akan mengawal kasus perusakan rumah ketuanya, Ahmad Khattab oleh sekelompok orang tak dikenal.

Hal itu disampaikan Raden Agung Kusuma Caropabeka, Ketua Tim Kuasa Hukum dari Ketua DPC AWPI Pringsewu Ahmad Khattab.

“Perkara perusakan rumah ketua AWPI Pringsewu ini akan kita kawal sampai pengadilan hingga para pelakunya bisa diganjar hukuman,” ucap Agung didampingi Sekertaris DPC AWPI Pringsewu Syaifullah dan Untung Sukoyo, satu dari empat saksi korban pengrusakan saat menggelar konfrensi pers di Cafe KM3, Jalan KH Gholib Raya Kelurahan Pringsewu Utara Kecamatan Pringsewu.

Menurut Agung, dari hasil koordinasi dengan tim penyidik dari Polres Tanggamus, perkara pengrusakan yang diduga melibatkan belasan orang ini akan segera dilimpahkan ke kejaksaan negeri Kota Agung. “Penjelasan dari penyidik, SP2HP perkara ini akan segera dilimpahkan,” ungkap Agung. Sementara itu mengenai adanya keterlibatan pelaku lainnya dari tiga pelaku yang sudah ditangkap dan diamankan di Polres Tanggamus sebut Agung, hingga kini kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Sebagai kuasa hukum dari korban, kami sangat membutuhkan sejumlah informasi sebagai bukti permulaan berikut saksi, guna bisa menyeret pelaku lainnya yang masih berkeliaran,” tegasnya. Sementara itu, Untung Sukoyo (saksi dari korban/pelapor) dalam perkara pengrusakan menyebutkan, saat kejadian berlangsung dirinya tengah berada di dapur rumah bersama korban. Menurut Untung, pada Kamis (20/07) lalu sekitar pukul 09.00 WIB, secara tiba-tiba datang dua motor dengan pengendaranya yang berboncengan ke kediaman korban.

“Salah satu dari mereka ada yang berteriak, Khotob..Khotob, keluar kamu. Seberapa hebat kamu, dan setelah itu terdengar suara seperti kaca yang pecah,” beber Untung. Untung juga menjelaskan, bahwa dari sekitar 12 pelaku yang ada di lokasi kejadian (halaman rumah korban), umumnya mereka menggenakan tutup muka.

“Ada juga yang menggenakan topi, membawa tombak, golok dan senjata tajam lainnya. Informasi ini juga sudah saya sampaikan ke penyidik saat saya dimintai keterangan di Polsek Pagelaran,” papar Untung. Untung juga mengaku merasa heran, kenapa dari salah seorang pelaku dengan inisial S yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan belum juga ditangkap.
“Padahal saat dimintai keterangan, saya sempat sampaikan dan sebutkan nama S tersebut. Kebetulan, saya juga mengenali beberapa dari wajah para pelaku,” ucapnya.

Untung menambahkan, akibat S yang hingga kini masih berkeliaran justru membuat masyarakat di bumi ratu menjadi resah. “Masyarakat disana banyak yang bertanya-tanya, kenapa S tidak ditangkap,”  imbuhnya. Sementara itu, Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili saat dikonfirmasi menegaskan, pihaknya sudah mengamankan tiga pelaku terkait pengrusakan rumah(Rls)