Disdik Tubabar Gelar Seminar Pendidikan Hadirkan Kak Seto

0
123

Panaragan-Dutalampung Online– Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulangbawang Barat, gelar seminar pendidikan menghadapi era globalisasi, teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Fauzi Hasan itu berlangsung di aula kantor pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, Rabu (18/5).

Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.13245866_997066090406872_1086249090_n
Fauzi Hasan dalam sambutannyan berharap, seminar tersebut dapat menghasilkan ide atau gagasan yang dapat meningkatkan pola pelaksanaan program pendidikan di kabupaten setempat.

”Mudah-mudahan melalui seminar ini akan muncul gagasan inovatif yang dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat dalam menghadapi kemajuan perkembangan teknologi dan inforamasi,“ harapnya .

Seminar tersebut, diikuti sekitar enam ratus guru dan kepala sekolah dari tiga kecamatan, yakni Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Udik dan Kecamatan Tumijajar.

Kak Seto dalam pemaparannya mengatakan, pentingnya penerapan pola pendidikan karakter pada proses pelaksanaan program pendidikan. Menurut pengarang film cerita anak-anak Si Komo itu, gaung pendidikan karakter belum sejalan dengan realisasinya di dunia pendidikan. Buktinya, pendidikan karakter, belum diprioritaskan pada proses belajar mengajar, bahkan hanya sisipan di dalam mata pelajaran lain.13246082_997066123740202_2100707235_n

Kegiatan belajar mengajar yang diterapkan di sekolah masih berorientasi mendorong dan menciptakan siswa yang hanya pintar sains, seperti matematika, kimia, dan fisika. Di rumah, orang tua akan lebih bangga terhadap anak yang bernilai bagus dan juara sains.

Hal tersebut, lanjut dia, merupakan kekeliruan dunia pendidikan, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.

Dia menerangkan, pendidikan karakter, seperti sopan santun, saling menghormati, toleransi, disiplin, suka menolong, dan mencintai lingkungan, memiliki pengaruh sangat kuat dalam seluruh dimensi kehidupan manusia. Penduduk yang berkarakter juga akan menghasilkan bangsa yang berkarakter dan berdaya saing

Seminar itu juga menghadirkan sejumlah pembicara lain, diantaranya Dr.Tasma Sucita dan Prof.Dr Munir.,M.IT serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tulangbawang Barat, Apri Munzur. (Robin/Deri).