Dipicu Omelan Kakak Perempuan, Adik Ipar lakukan Kekerasan

0
37

Lampung Tengah, (Duta Lampung Online) – Indisiden penganiayaan terhadap kakak perempuan oleh adik ipar baru-baru ini terjadi pada warga RT/RW: 001/001 Dusun 1 Kampung Sendangbaru Kecamatan Sendangagung Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (19/6/2023) sekira pukul 19.30 WIB.

Korban bernama Tusniyah (TS) (41) menderita luka sobek di bagian kepala sebelah kanan akibat di pukul menggunakan sebilah papan oleh Jufri Afriyanto (JA) (29) yang merupakan adik ipar korban hingga tak sadarkan diri.

Menurut keterangan saksi, Supardi (SP) (78) merupakan ayah korban dan juga mertua pelaku. Pelaku awalnya masuk dari pintu belakang, minta untuk di bukakan pintu oleh saksi namun belum sempat di bukakan pintu pelaku sudah mendobrak pintu sambil marah-marah sehingga pintu berhasil didobrak dengan keadaan terbuka dan rusak.

Pada saat yang sama korban(TS) yang saat itu berada di kamar mandi melakukan aktivitas cuci piring ngomel ngomel terhadap pelaku dan terjadilah keributan antara korban dan pelaku. Pelaku gelap mata sehingga berujung melakukan penganiyaan terhadap korban dgn mengambil sebilah kayu papan langsung di pukulan ke korban di kepala bagian belakang berkali kali hingga korban jatuh pingsan dan mengeluarkan banyak darah di kamar mandi.

Mendengar suara keributan akhir banyak tetangga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP).
Tentu saja warga yang ada di TKP merasa sok melihat korban yang sudah tidak sadarkan diri . Yang pada akhirnya warga langsung menghubungi Aparatur Kampung setempat, yakni Kadus, Linmas dan kepala kampung setempat.

Kepala Kampung (Kakam) Sendang baru, M. Basarudin, Kadus 1 Sukamno didampingi Danton Nasib Mujiono beserta keluarga dan warga lainnya segera melakukan upaya penyelamatan terhadap korban dibantu suami korban dengan membawanya ke klinik terdekat di kampung tersebut.

Menurut keterangan Kepala Kampung Sendangbaru, M. Basaruddin, dikarenakan korban mengalami luka cukup parah di bagian kelapa sebelah kanan, setelah mendapatkan pertolongan pertama di klinik kesehatan setempat lalu korban dirujuk ke klinik kesehatan di Sendangagung. Pun demikian, lantaran luka korban sangat parah klinik Sendangagung merujuk ke salah satu rumah sakit di Pringsewu. Dan akhirnya korban di rujuk ke rumah sakit YMC Bandarjaya Lampung Tengah. Setelah sampai di rumah sakit YMC pasien langsung mendapatkan perawatan intensif dari tim medis mengingat lukanya cukup serius.

Pelaku (JA) pada saat itu di amankan oleh aparatur kampung dan linmas setempat untuk menanggulangi hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

Menurut keterangan Kakam Sendangbaru, M. Basaruddin, guna mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan maka dirinya mengambil langkah persuasif terhadap keluarga korban dan pelaku.

Melalui langkah persuasif akhirnya ada kesepakatan antara pihak pelaku dan korban terkait dana pengobatan terhadap korban sampai sembuh total semua di tanggung oleh pelaku yang tertuang dalam surat peryataan diatas materai.

Namun demikian, menurut Basaruddin, Surat Pernyataan tersebut bukan merupakan surat perjanjian damai.

Terkait persoalan hukum, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dihukum penjara paling lama 2 tahun 8 bulan, dan jika perbuatan itu menjadikan luka berat sitersalah diancam hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Korban telah melakukan visum, proses selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban. (Amin Ma’ruf)