Diduga Tak Mampu Bayar Setoran, Siswa Berprestasi Gagal Masuk Unila Jalur SNMPTN

0
211

MESUJI, (Duta Lampung Online) – Achamad Barkah (18 thn) siswa berprestasi asal Kabupaten Mesuji, gagal melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi di universitas Lampung (Unila). Diduga gagalnya tersebut diduga kuat akibat ulah oknum pegawai Unila yang meminta biaya pendaftaran terlalu tinggi.

Seperti diketahui, pasca lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Mesuji membuat Achmad Barkah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas melalui program beasiswa siswa berprestasi lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN).

Achmad sebelumnya tercatat sebagai salah satu siswa dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya saat masih bersekolah di SMA N 1 Simpang Pematang. Namun Achmad harus merasakan kecewa karena pihak Unila memungut biaya pendaftaran terlalu tinggi untuk seorang anak tanpa ayah sepertinya. Sedangkan ibu Achmad hanya bekerja sebagai guru honorer TK Swasta di desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang.

Padahal Achmad merupakan calon mahasiswa yang mendapat beasiswa. Tidak seharusnya pihak Unila memungut biaya pendaftaran sebesar 2,4 juta rupiah yang memberatkan Achmad. Mirisnya Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten setempat, melalui dinas terkait hanya diam tanpa perhatian khusus kepada siswa tak mampu namun memiliki prestasi gemilang tersebut.

Pihak sekolah pun ikut menyayangkan hal tersbut karena menurut beberapa guru, Achmad merupakan anak emas yang pantas menerima beasiswa tersebut.

“Achmad Barkah adalah siswa yang tekun dan pintar. Bahkan Achmad Barkah pernah menjadi juara umum lomba geografi tingkat kabupaten yang membuatnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke Unila. Namun karna adanya biaya yang diminta oleh oknum Unila itu membuat Achmad Barkah tidak dapat melanjutkan semangatnya untuk terus berkarya. Sangat disayangkan anak berprestasi harus terlantar lantaran tak punya biaya. Semestinya dalam kategori beasiswa siswa tidak mampu dan berprestasi itu bebas biaya, bukan ancaman tidak lulus apabila tidak membayar pendaftaran,” jelas beberapa guru saat ditemui di SMAN 1 Simpang Pematang.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat Kabupaten Mesuji yang sangat menyayangkan hal ini. Seharusnya Pemda Kabupaten Mesuji memberikan solusi bagi siswa tidak mampu yang berprestasi itu.

“Ini kan anak bangsa yang memiliki hak untuk mendapat pendidikan, seharunya pemerintah memiliki solusi untuk masalah ini. Kalau siswa berprestasi Mesuji begini terus maka Mesujia tidak akan punya generasi penerus yang mampu mengubah daerahnya sendiri,” kata salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Mesuji.