Diduga Bermasalah, BPD Desa Sibak Desak DD Tahun 2021

0
85

Mukomoko, (Duta Lampung Online) – Kegiatan pembangunan yang didanai oleh Dana Desa (DD) Tahun 2021 Rp. 1.120.427.000 (satu milyar seratus dua puluh juta empat ratus dua puluh tujuh ribu rupiah) di Desa Sibak Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko diduga meninggalkan begitu banyak masalah.

Hal ini dibenarkan oleh ketua BPD Desa Sibak Zulkifli di Kantor Forum Komunikasi Media Online (FKMO) di Pulai Payung. Senin 23 April 2022.

Berdasarakan keterangan Zulkifli kegiatan yang diduga bermasalah yaitu pembangunan 4 unit sumur bor, Jalan Usaha Tani (JUT) dan dana penanganan covid-19.

“Empat unit sumur bor yang didanai DD tahun 2021, dana pembangunan sumur bor Rp. 188.000.000 (seratus delapan puluh delapan juta) untuk 4 (empat) titik sumur bor. Sejak selesai pembangunan 4 (empat) titik sumur bor ini tidak dapat digunakan, untuk mengisi satu tong saja sampai seharian,” jelas Zulkifli.”

Saat dilakukan monitoring dan evaluasi, BPD dan pihak kecamatan miminta ke Pemdes untuk melakukan perbaikan, namun pihak Pemdes menyanggupi perbaikan hanya 2 (dua) titik karna anggaran sudah habis. Saat ditanyai kedalaman oleh BPD ke pekerja sumur bor tersebut mereka mengatakan kedalamanya hanya 20 meter, sementara sumur bor tersebut sanggat lah di butuhkan oleh masyarakat desa Sibak, tandas Zulkifli.

“Begitu juga dengan Jalan Usaha Tani yang menghabiskan dana DD ratusan juta pembangunannya tidak maksimal, BPD dan pihak dari Kecamatan Ipuh ketika melakukan monitoring dan evaluasi, menemukan jalan bergelombang,” imbuhnya.”

Di ruangan FKMO ketua BPD Zulkifli menjelas kan juga, dari team Kecamatan Ipuh telah merekomendasikan kepada pemerintahan desa untuk melakukan perbaikan Jalan Usaha Tani tersebut melakukan perbaikan secara swadaya.

Namun Pj kades Desa sibak tersebut, meminta bantuan CSR melalui proposal ke PT Alno Air Ikan Estate untuk melakukan perbaikan JUT yang bersumber dari DD tersebut, seharus nya pembangunan jut tersebut tidak lagi mengunakan dana lain seperti dana CSR dari perusahaan itu.

“Dalam perbaikan JUT desa sibak yang bersumber dari DD tahun 2021 itu, bukannya jalan tersebut lebih baik, malah material koral malah banyak yang tertimbun dengan tanah,” urai zulkifli

“Kami dari BPD juga menyoroti penggunaan DD untuk penganan covid-19, alokasi dari dana DD 8% jumlah anggaranya Rp. 89.634.160 (delapan puluh sembilan juta enam ratus tiga puluh empat seratus enam puluh rupiah) yang didalam pelaporanya ada pengadaan wastafel 4 (empat) titik dengan anggaran Rp. 17.080.000 (tujuh belas juta delapan puluh ribu rupiah) tetapi fisiknya tidak kami temukan di Desa Sibak” imbuhnya.

Ketika di komfirmasi kepada mantan Pj Kades Desa Sibak Mhd Zozmeni melalui whatsApp “Terkait pembangunan sumur bor yang di simpang Alno udah di gali pak, solusi nya juga udah di musyawarahkan dan ada berita acara rapatnya,” jawaban singkat Zozmeni. (Rudi)