Dengan Alasan Jembatan Rusak, Massa Aksi Damai 2 Desember Dihadang Polres Waykanan

0
221
Foto Istimewa

Way Kanan (Duta Lampung Online)-Perjuangan ratusan massa bela islam, dari beberapa daerah di Pulau Sumatera untuk turut serta dalam aksi Bela Islam jilid ke III di Silang Monas Jakarta tanggal 2 Desember yang akan datang terus diuji, setelah sempat mendapatkan larangan dari Kapolri, kemarin (30/11), setibanya di Kampung Negeri  Baru Kecamatan Blambangan Umpu, tiba – tiba , jalan ditutup oleh Polisi dan dinyatakan jembatan umpu rusak dan sedang diperbaiki , sehingga belum dapat dilalui.

“Dari kabar yang kami terima dari kawan kami telah lebih dahulu berangkat, jembatan ini, sama sekali tidak rusak dan dapat dilului, akan tetapi tidak tahu kenapa saat kami yang akan lewat dijaga banyak polisi dan TNI yang menyatakan jembatan rusak berat dan akan diperbaiki, sehingga terpaksa kami berhenti, padahal dari pengamatan kami jemabatan Way Umpu Kampung Negeri Baru itu sama sekali tidak ada masalah, sehingga kami menduga jemabatan rusak ini hanya akal akalan saja , agar kami tidak meneruskan perjalanan kami ke Jakarta tetapi mereka salah, kami akan tetap berangkat apapun halangannya, “ ujar ustad  Yandi Amir, Ketua rombongan massa dari padang yang berjumla 153 orang dengan menggunakan 4 unit Bus, tersebut.

Masih menurut Ustad Yandi Amir, bahwa rombongan mereka terhenti di kampung Negeri baru tepat pukul 11.10 WIB , yang distop oleh Anggota Polisi di perempatan Kampung Negeri Baru Blambangan umpu, dengan alasan jembatan tidak bisa dilalui karena rusak dan sedang diperbaiki, sehingga mereka berhenti dan melakukan pemantauan kelokasi.

“Kalau saya lihat dilokasi jembatan memang sudah banyak mobil yang antri dan poliisi serta Dishub serta petugas lainnya sedang memantau alat berat yang sedang memperbaiki jalan pangkal jembatan yang dikatakan rusak , sehingga kami mau tidak mau harus menunggu sampai diperbolehkan lewat oleh petugas,” tegas Yandi Amir.

Kapolres Way kanan AKBP Yudy Chandra ERlianto, S.IK, MH, membenarkan sedang ada perbaikian jembatan, yang kondisinya sudah menghawatirkan, serta sudah jelek jauh jauh hari dikoordinasikan dengan dinas terkait, dengan maksud agar dalam pelaksanaan libur natal dan tahun baru jelan dan jembatan tersebut dalam kondisi baik,

“Sama sekali kami tidak bermaksud menghalangi yang mau ke Jakarta, kami hanya melakukan pengamanan dan menciptakan keamanan bagi masyarakat, dan dijembatan itu kenarin ada pegendara motor yang jatuh, akibat lubang yang ada dipangkal jemabatan, jadi memang harus segere diperbaiki,” tegas Kapolres.

Penghadangan Kendaraan yang hendak melintas di jembatan Way Umpu Kampung Negeri Baru oleh Aparat tersebut langsung mendapatkan reaksi dari kalamgan DPRD Way Kanan yang memang sejak lama meminta aparat terkait menstop iring iringan Truk tronton yang sarat dengan muatan, baik itu batubara dan ataupun muatan lain, karena hal itulah yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan, karena muatan truk tidak sebanding dengan kekuatan jalan dan jembatan yang ada dilintas sumatera saat ini.

“Kejadian ini menurut saya, momentum yang baik bagi aparat dan Pemerintah Daerah untuk selanjutnyua tidak lagi mengizinkan lagi kendaraan yang sarat muatan Batu Bara dan Muatan lain melalui jalan dan jembatan yang ada di Way kanan, karena yang dirugikan adalah masyarakat Way kanan,seperti sore ini, akibat kendaraan tidak diperbolehkan melalui jembatan Way Umpu di Negeri Baru, semua kendaraan masuk melalui jalur alternative masuk ke jalan Kabupaten,yang kekuatanya jauh dibawah jalan lintas, sehingga jalan jalan Kabupaten  yang dilalui Truk truk itu langsung rusak, padahal baru saja kita perbaiki melalui Anggaran tahun 2016, kita kan yang rugi, jadi tolong pihak yang berkompenten untuk tidak lagi mengizinkan truk truk sarat batu bara lewat sebelum mereka meggunakan truk kecil yang beruatan 8 ton sesuai dengan kekuatan jalan kita,” tegas Hendra, S.Sos, ketua Komisi I DPRD Way kanan, yang ikut membantu salah satu kendaraan yang terperosok saat melalui jalan Alternatif (30/11/2016) .(Maria)