Dana Pembinaan Lomba Pekon Pringsewu Diduga ‘Disunat’

0
134
Foto Ilustrasi Korupsi. (Foto Anatara).

[socialpoll id=”2480944″]PRINGSEWU, (Duta Lampung Online) – Kegiatan lomba pekon merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada Badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah pekon (BPMPP) Kabupaten Pringsewu, kegiatan lomba pekon (desa) berdasarkan peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2007 penyelenggaraan perlombaan pekon (desa) kegiatan yang dimaksudkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat desa/pekon melalui penguatan kelembagaan untuk memotivasi dan swadaya gotong royong masyarakat.

Kegiatan lomba desa juga merupakan salah satu penilaian keberhasilan pembangunan maka perlombaan dibina secara terarah terpadu dan berkelanjutan, dengan melihat indikator penilaian mulai dari pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, dll.

Dalam penyelenggaraan lomba desa diduga ada penyelewengan oleh oknum Badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintah pekon (BPMPP), dugaan tersebut menguat dari keterangan kepala dinas setempat. Pasalnya, penjelasan yang diberikan kepala dinas berbeda-beda, pertama sebelum kegiatan lomba terlaksana DPMPP memberikan bantaun setimulan untuk bulan bakti gotong royong sebesar 14 juta berupa uang yang ditransfer ke rekening pekon, tetapi di sisi lain dirinya menjelaskan berupa matrial dan pelaksaan kegiatanpun berbeda.

“Untuk kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbeda hari, tapi bisa juga dilaksanakan berbarengan dengan lomba Pekon, bantu yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan Pekon penyelenggara kegiatan,”Kata Malian Ayub kepala BPMPP. Rabu, (24/1/2018).

Malian Ayub juga lebih lanjut menjelaskan Terkait uang pembinaan bulan bakti gotong royong nilai yang diberikan di tiga Pekon Pariatif, setiap pekon diberikan bantuan setimulan sebesar Rp 10 juta, 12 juta dan paling besar 14 juta.

“Bantuan tersebut berbentuk matrial bukan berbentuk uang, tapi material yang dikirimkan sejumlah uang yang sudah dianggarkan dari kami, dan tidak mengurangi jumlah bantuan yang diberikan,”Ujarnya

Saat ditanyakan terkait adanya dugaan penyelewengan dari jumlah matrial yang dikirimkan tidak sesuai dengan anggaran Malian Ayub menjawab.

“Semua sudah direalisasikan dan sudah berjalan, jadi tidak ada penyelewengan anggaran,”kilahnya.

Selain itu juga saat di tanyakan uang pembinaan juara satu lomba pekon, Malian Ayub mengatakan.

“Untuk juara satu uang pembinaan sebesar Rp 30 juta, dan untuk tahun 2018 ini saya mengajukan sebesar 50 juta untuk pemenang loba desa tingkat kabupaten, yang nantinya untuk mewakili ketingkat provinsi,”Imbuhnya

Dugaan penyelewengan bantaun uang setimulan ini mengauat saat wartawan koran ini melakukan investigasi diberapa Pekon yang mengikuti lomba Pekon dan kegiatan bulan bakti gotong royong.

Terpisah, Rasmin Kepala Pekon podosari kecamatan Pringsewu saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan bulan bakti gotong royong berbarengan dengan kegiatan lomba Pekon.

“Kegiatan bulan bakti gotong royong dilaksanakan berbarengan dengan lomba Pekon, jadi tidak ada yang terpisah, kegiatannya dijadikan satu,”Terangnya

Senada dengan Rasmin, salah satu kepala pekon yang enggan disebutkan namanya menjelaskan . Selain tidak sesuainya batuan matrial yang diterima oleh pekonnya, meskipun pekon/desanya hanya juara buncit tapi cukup disayangkan terkait uang pembinaan yang diberikan tidak sesuai dengan yang diterima.

“Misalkan sriwungu juara satu, mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta, tapi, uang yang didapat tidak genap Rp 60 juta,”ungkapnya (Tim)

[socialpoll id=”2480944″]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here