Cerita Ortu Pelajar soal Polisi Foto Bareng Mayat Begal di Lampung

0
451

Jakarta – Halimah, orang tua salah satu dari lima pelajar yang tewas ditembak polisi di Lampung berharap kasus kematian anaknya segera diungkap. Anak Halimah bernama Safar itu merupakah salah satu dari 5 mayat diduga pelaku begal yang ada di foto polisi.

Halimah menceritakan, anaknya Safar izin pamit pergi untuk memancing ikan di Jabung, Bandar Lampung, Sabtu (1/4) lalu. Namun, Halimah cemas anaknya tak pulang ke rumah hingga larut malam.

“Waktu itu anak saya izin, ya mau mancing, terus mancing. Sampai pukul 15.00 WIB saya lihat, rupanya tidur engga enak, nggak tahunya sama bapaknya, mana anak ini, dia main biar besok pagi pulang,” kata Halimah usai melapor ke Propam Polri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, dilansir dari Detik.com, pada Rabu (3/5/2017).

Orang tua dari rekan Safar, lanjut Halimah, ibu Junaidi Ibrahim alias Yogi juga menanyakan keberadaan anaknya ke rumahnya. Sebab, Yogi tak pulang juga ke rumah hingga larut malam.

“Pas pukul 06.00 WIB pagi nggak pulang, datang si Ibu Yogi nanya ke rumah katanya mancing iya, engga naik (kelihatan) sampai sekarang,” ujar dia.

Setelah itu, dia mengaku mendapat kabar oleh tetangganya bahwa Safar sudah meninggal dunia di sekitar wilayah Panjang, Bandar Lampung. Padahal, anaknya tak pernah pergi ke Panjang, Bandar Lampung.

“Meninggal di mana, kata orang-orang di sana di Panjang, kok sudah pergi ke Panjang, belum pernah dia pergi ke Panjang selain di Jabung,” kata dia sembari menanggis.

Dia mengatakan setiap hari anaknya bekerja di salah satu bengkel depan rumahnya selepas pulang sekolah. Anaknya juga tak punya riwayat kasus pencurian.

“Ih engga (pencuri), memang kerja di depan anak saya kerja di bengkel, kalau hari-hari menyusul ikut saya ke ladang ke sawah ngantar pupuk itu saja,” ucap dia.

Padahal, lanjut dia, 5 pelajar tersebut akan menjalani ujian sekolah pada Senin (3/4). Namun, 5 pelajar ditembak saat ada razia Polresta Bandar Lampung.

“Semua anak ini 5 (korban penembakan), meninggalkan ujian. Tolong Pak selesaikan kasus ini, proses hukum, Pak, seadil-adilnya,” tutup dia.(*)