Bupati Tubaba Safari Obyek Peninggalan Sejarah

0
24

Tubaba (Duta Lampung Online)-Kecintaan Umar Ahmad Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) terhadap nilai-nilai sejarah dan dunia seni terlihat dari pembangunan sejumlah infrastruktur. Mulai dari Sesat Agung, Masjid Agung Baitus Shobur, Tugu Rato Nago Besanding hingga Patung Tokoh Mego Pak (empat marga).

Dan sejak Sabtu-Minggu (27-28/7) Umar Ahmad mengitari sejumlah petilasan-petilasan peninggalan nenek moyang. Bersama sejumlah tokoh pemuda dan warga dari tiyuh-tiyuh itu, Umar mulai perjalanannya dari Tiyuh Karta, Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Tiyuh Gunung Katun Malai, dan Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tubaba.

Sejumlah objek yang dikunjunginya yakni Rawa Penyiloan, Rawa Inang-Inang, Umbul Bujung Napuh, Umbul Titei, Bawang Jelabat, Umbul Las Sengok (hutan larangan). Kemudian Makam Pejurit Puting Gelang (Munggou), Benteng Sabut (Benteng pertahanan) di Umbul Bujung Megalo, dan Talang Kappung.

Sekadar diketahui, Keramat Munggu berada di sebelah Selatan perkampungan Gunungkatun berjarak sekitar 2 km, pada seberang barat Way Kiri. Lokasi ini berada pada koordinat 04°31’44,1” LS dan 105°00’55,7” BT.

Menurut keterangan Ikrom Glr. Sutan Junjungan, juru kunci dan pemilik lahan, tokoh yang dimakamkan adalah Minak Muttah Dibumi
dan Prajurit Puting Gelang serta Minak Kemala Adam.

Kemudian, Benteng Sabut secara geografis berada pada kelokan sungai Waykiri pada posisi 4°30’20” LS dan 105°00’21” BT. Waykiri mengalir di sebelah tenggara hingga timur situs.

Di sebelah barat situs terdapat aliran Way Pikuk. Sungai ini kemudian berkelok-kelok ke arah tenggara hingga timur dan bermuara di Way Kiri di sebelah selatan Benteng Sabut.

Umar di lokasi Benteng mengatakan banyak hal yang belum diketahui masyarakat secara luas tentang sejarah Kabupaten Tubaba. Di dalam sejarah tersebut ia meyakini banyak sekali budaya dan nilai-nilai seni yang terkandung di dalamnya. Karena itu sebagai langkah awal pihaknya akan terus menggali informasi atau cerita tentang petilasan-petilasan tersebut.

Napak tilasnya bersama masyarakat dan tokoh-tokoh Tiyuh Karta, Tiyuh Gunung Katun Tanjungan dan Gunung Katun Malai sebagai upaya untuk menggali cerita-cerita para tokoh yang mempunyai sifat kedermawanan dan keteladanan.

Sementara itu, Masyarakat Tiyuh Gunung Katun Tanjungan menyambut baik dan sangat mendukung rencana pemerintah setempat menggali potensi wisata alam yang masih terpendam.

“Potensi wisata di daerah kita ini sangat banyak, bukan hanya jika dilihat dari keindahan alamnya, namun juga sejarah,” harap Kepalo Tiyuh Gunungkatun Tanjungan Qodri Azani, kepada radarlampung.co.id, kemarin. (RL)