Bupati Lamtim Klarifikasi Terkait Jln.Insinyur Sutami

0
306
Bupati Lampungtimur, Chusnunia Chalim

LAMTIM (DUTA LAMPUNG ONLINE)-–Ketika masyarakat menggalang koin peduli jalan Insinyur Sutami, salah satu wartawan menulis status dengan diksi awal “menunggu janji palsu”. Dari tulisan ini, Pemda Lampung Timur kebanjir kritik pedas dari nitizen. Bupati Chusnunia Chalim yang selalu aktif di Medsos pun langsung berikan menjawabnya tegas.

Terpanggilnya bupati menjawab tulisan melalui laman komentar akun facebook milik Priyono Ltv itu bermula saat komentator dengan akun facebook Arbi Sanit Hilman menyarankan pejabat Pemda untuk tidak mengandalkan APBN atau APBD dalam memperbaiki jalan rusak di wilayah Kecamatan Sekampung Udik.

Selain itu, ia juga menyarankan agar para pejabat yang mempunyai penghasilan tinggi supaya mau menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu perbaikan jalan tersebut. Sehingga masyarakat dan para pengguna jalan yang sudah membayar pajak tidak lagi terbebani oleh tanggung jawab pemerintah.

“Sebaiknya pemerintah jangan seutuhnya melempar tanggung jawab ke APBN atau APBD. Ini jalan milik Lampung Timur, berbuat sebisanya. Jangan rakyat dan pengguna jalan yang dibebani. PBB, Pajak, PPH bayar. Malu lah Bupati, Gubernur, Menteri, PU dan Presiden liat jalan begitu. Pejabat dapat ini dan itu diluar gaji, sisihkan beli batu 2 rit, 1 rit atau segerobak lah,” tulis Arbi pada laman komentar status Priyono Ltv, Selasa.seperti dilansir dari Lampung Timur News, Jum’at (22/7/2016).

Tulisan pedas Arbi Sanit Hilman ini ditanggapi bupati dengan memperjelas status jalan dan kondisi keuangan Lampung Timur. Kata dia, Insinyur Sutami adalah Jalan Nasional, anggaran perbaikan hingga pembangunanya langsung dari pusat. Sedangkan APBD Lampung Timur di prioritaskan pada pembangunan jalan kabupaten.

“Apa gunanya bicarakan soal malu, persoalan seperti ini bukan persoalan malu. Ini lebih penting lagi dari urusan malu. Bapak Arbi, di profil saya lihat anda bagian dari kaum terpelajar, aktivis demokrasi, tentunya paham kalau kerusakan jalan itu persoalan penting yang harus diperjuangkan pembangunannya,” tulis bupati.

“Kalo soal sisihkan gaji, sudah dilakukan setiap ada kegiatan yang positif, termasuk pembenahan fisik, festival budaya dan pemulangan jenazah TKI itu juga dari gotong royong pejabat. Dan ini bukan soal 1 atau 2 rit, saya sudah menghadap dan mendesak kementrian untuk membenahi jalan nasional di Lampung,” tulisnya lagi.

Terakhir tulisan bupati tampak menjelaskan bahwa jalan kabupaten di Lampung Timur lebih dari 1.800 Km, dan lebih dari 50 persen kondisinya rusak parah. Dengan APBD Lampung Timur, jalan sepanjang itu hanya akan terbangun sekian persennya, apalagi harus membantu perbaikan jalan nasional, akan semakin tak terurus jalan kabupaten.

Kepada semua elemen masyarakat, bupati meminta dukungan dan berharap bisa benar-benar bijak dalam menyikapi persoalan dan bisa diajak tukar fikiran demi kemajuan Lampung Timur. “Mari kita bersama-sama mengawasi pembangunan, saya akan semaksimal mungkin mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Lampung Timur,” akhir kometarnya. ■(rls/Cho).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here