Bupati Chusnunia Chalim Desak DPR RI Komisi VI Perjuangkan Nasip Petani Singkong

0
341
Bupati Chusnunia Chalim Desak DPR RI Komisi VI Perjuangkan Nasip Petani Singkong (Foto Istimewa).

Lampung Timur (Duta Lampung)- Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim mendesak  Komisi VI DPR RI, agar memperhatikam kaum petani hususnya petani singkong yang saat ini nasipnya terpuruk karena anjloknya harga singkong dan hasil pertanian. Haltersebut diungkapkannya saat menghadiri kunjungan DPR RI, Komisi VI di Kota Metro pada Senin,19/12/2016.

Hadirpula dalam acara tersebut yakni, anggota Komisi IV DPR RI Herman Khaeron, Titik Suharto, Dhanil Johan,Sudin,Sutisna dan sejumlah anggota DPR RI, Bupati Lampungtengah, Wali Kota Metro dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Chuanunia Chalim mengatakan, persoalan yang di hadapi oleh petani singkong saat ini hingga mengalami kerugian jutaan rupiah. Dia mendesak para Legisalator untuk memperjuangkan harga singkong agar dapat kembali normal dengan haraga Rp.1000/kg.

“Karena saat ini harga singgkong di pasaran hanya berkisar Rp.400 perkilo. Situasi ini salah satu  penyebabnya adalah adanya import singkong  dari luar. Untuk itu saya berharap kepada Komisi IV dapat mecahkan persoalan tersebut dan memperjuangkan nasib petani singkong di Lampung Timur,”teganya.

Bupati Lampung Timur ini juga mengatakan, Tahun 2016 produksi singkong di daerahnya mengalami ke naikan namun hal ini tidak di dukung dengan harga singkong karena saat ini harga singkong turun sehingga petani singkong menjadi rugi.

“Saya berharap Komisi IV dapat memberikan solusi terkait permasalahan harga singkong sehingga petani tidak merugi terus,”harap Bupati muda ini.

Permohonan Bupati Chusnunia mendapat respon positif dari angggota Komisi IV DPR RI, Sudin dari Fraksi PDI-P. Sudin mengatakan, tahun depan pihaknya akan mengundang Chusnunia Chalim ke Jakarta untuk membahas permasalahan memgenai harga singkong lebih serius lagi.

”Tahun depan Kami mengundang Bupati Lamtim beserta Kepala Daerah Lampung Tengah untuk datang ke senayan membahas persoalan harga singkong, karena harga Rp.400/kg ini sangat tidak relevan dengan biaya produksi yang di keluarkan petani ongkos cabut aja sudah 100 rupiah belum lagi biaya angkut dan lain-lain bisa rugi banyak petani,”kata Sudin.

Bupati Chusnunia Chalim, merasa senang atas permohonannya yang disampaikan disambut baik dan mendapat respon  dari Anggota Komisi IV DPR RI. Namun ia tak lantas diam sampai disini saja ia akan terus berusaha untuk dapat mengbalikan kejayaan petani singkong di Lampung Timur, karena komuditas ini salah satu produk unggulan pertanaian selain padi.

“Saya akan terus berjuang untuk mengembalikan kejayaan petani singkong agar dapat sejahtera. Sebab komuditas ini salah satu produk unggulan pertanaian selain padi,”tegasnya.( Hendra Bangsawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here