Bupati Lambar Bantu Biaya Pemasangan Listrik Keluarga Kurang Mampu

0
41

LAMPUNG BARAT (Duta Lampung Online) – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menghadiri acara gemarikan sekaligus penyerahan buku rekening penerima bantuan rumah swadaya serta peresmian program subsidi biaya penyambungan listrik PLN untuk Kecamatan Suoh dan BNS di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Senin (27/08).

Selain Bupati, hadir juga Wakil Bupati Drs.Mad Hasnurin, Anggota DPRD, Sekertaris Kab.Lambar Akmal Abdul Nasir, S.H., Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Forkopimda, Sejumlah Kepala OPD, Ketua Forikan Kab.Lambar Partinia Parosil Mabsus, Ketua Dharma Wanita Irma Akmal Abdul Nasir.S.H., Ketua GOW Kab.Lambar Gurti Mad Hasnurin serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan, gerakan memasyrakatkan makan ikan atau gemarikan dimaksudkan agar semakin banyak warga yang mengkonsumsi ikan, karena itu akan berkontribusi positif bagi petani/nelayan ikan. Apalagi jika gerakan itu di imbangi dengan peningkatan program pemberdayaan dan perlindungan kepada petani/nelayan ikan.

“Pembangunan perikanan harus dapat mendukung upaya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan nelayan pembudidaya dan pengolah ikan sebagai bagian dari upaya mensukseskan program nasional yaitu mengurangi angka kemiskinan, menciptakan kesempatan kerja dan berusaha, meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia utamanya untuk perkembangan sel-sel otak yang dimulai saat janin, balita sampai usia dewasa karena ikan kaya akan asam lemak omega 3, vitamin dan berbagai mineral.

Mengkonsumsi protein ikan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta dapat mencegah resiko serangan penyakit seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke dan kanker. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan 3 kali dalam seminggu akan mengurangi resiko stroke sebesar 6 persen”, imbuhnya.

Selanjutnya, tersedianya sumberdaya manusia berdaya saing menjadi salah satu bagian yang penting. Kecerdasan, kesehatan dan keterampilan merupakan tiga indikator utama yang digunakan untuk mengukur sumberdaya manusia yang berdaya saing. Terbangunnya kecerdasan dan kesehatan, serta keterampilan itu tentunya sangat berkaitan dengan asupan gizi yang diterima oleh tubuh manusia sejak dalam kandungan sampai kepada akhir hayatnya.

Oleh sebab itu pemerintah daerah kabupaten lampung barat melalui dinas perikanan menggelar acara “sosialisasi gemarikan”, hal ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar gemar makan ikan sehingga berdampak pada meningkatnya tingkat konsumsi ikan. Selain itu gemarikan juga bertujuan untuk memotivasi masyarakatnya untuk menumbuh kembangkan usaha pengolahan ikan diberbagai daerah di kabupaten lampung barat.

Relevansi program gemarikan dapat dilihat dari daging ikan sebagai salah satu produk pangan yang diminati masyarakat di kabupaten lampung barat. Gemarikan kabupaten lampung barat juga didukung dengan program-program pengolahan dan pemasaran hasil perikanan diantaranya peningkatan sarana pemasaran ikan bergerak, paket diversifikasi pengolahan ikan, serta masih banyak lagi kegiatan lain.

“Dinas perikanan kabupaten lampung barat berperan aktif dalam mempopulerkan gemarikan melalui kegiatan lomba masak ikan baik ditingkat kabupaten, propinsi dan nasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini dia berharap program ini akan dapat meningkatkan tingkat konsumsi ikan dengan cara menyediakan produk olahan ikan yang disukai oleh anak-anak dengan harga yang terjangkau.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada kita semua mari untuk setiap hari mengkonsumsi ikan. Selain gemarikan pada hari ini kita juga melakukan penyerahan buku rekening penerima bantuan rumah swadaya, rumah merupakan kebutuhan dasar bagi manusia setelah sandang dan pangan. kebutuhan akan rumah tidak terlepas dari kebutuhan akan hunian yang layak, sehat dan harmonis,” imbuh Parosil.

Kemudian, dalam penanganan program bantuan rumah swadaya di kabupaten lampung barat, tahun ini telah memasuki tahun ke-2, bantuan dari pemerintah diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah.(*)